Main Menu

Disdukcapil Serang: Ribuan KTP Elektronik Dibuang, Kadaluwarsa

Mukhlison Sri Widodo
11-09-2018 22:34

Ilustrasi KTP elektronik (setkab.go.id/yus4)

Serang, Gatra.com - Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kabupaten (Disdukcapil) Serang Asep Saepudin Mustafa menegaskan, KTP elektronik yang ditemukan masyarakat sudah tidak berlaku lagi alias kadaluwarsa.


 
Sebelumnya Senin (10/9) warga menemukan ribuan lembar KTP yang terbungkus dalam kardus dan karung ditemukan di lahan kosong di Kampung Banjarsari, Desa Cikande, Kecamatan Cikande, Kabupaten Serang, Banten. Temuan itu yang kemudian diamankan dan diserahkan ke Koramil Cikande.
 
Setelah didata, terdapat 2.910 keping KTP dan 9 kartu keluarga (KK). Sebanyak 2.910 keping tersebut terdiri di antaranya 513 KTP manual (KTP lama bukan KTP-el), dan 111 KTP-el rusak secara fisik.
 
Pihak Dinas Kependudukan Kabupaten Serang kemudian melakukan uji data dengan alat pembaca terhadap 4 KTP-el dan 9 kartu keluarga.
 
“Semua sudah tidak berlaku (tidak aktif) atau KTP-el dan KK yang tidak digunakan karena telah dilakukan pergantian akibat perubahan data penduduk yang bersangkutan,” kata Asep dalam rilis yang diterimaGatra.com, Selasa (11/9).
 
Perubahan yang dilakukan, menurut Asep juga bermacam-macam. Ada yang mengubah jenis pekerjaan, atau karena status perkawinan. Sedangkan untuk KK, ada yang karena pembaharuan tanda tangan camat menjadi Kepala Disdukcapil.
 
“Kami pastikan semua barang yang ditemukan adalah produk Disdukcapil Kabupaten Serang, tetapi kemungkinan kuat tidak berlaku karena sudah ada pergantian dengan produk baru untuk penduduk yang bersangkutan,” kata Asep.
 
Terkait tercecernya KTP dan KK yang sudah tidak valid itu, menurut Asep ini akibat kesalahan prosedur, sebagai dampak kegiatan pemerintah Kecamatan Cikande yang merapikan ruang yang biasa dipakai gudang atau tempat penyimpanan barang yang tidak terpakai.
 
“Akibat tidak paham, kemudian dokumen kependudukan tersebut dibuang oleh oknum staf kecamatan, ke tempat pembuangan sampah secara sembarangan,” papar Asep.
 
Asep menegaskan, sebenarnya selama ini, setiap fisik KTP elektronik dan KK yang salah cetak serta yang sudah tidak terpakai karena ada pergantian data kependudukan warga, selalu kirim ke Kemendagri.
 
Namun sejak 2017, Kemendagri tidak menerima karena gudangnya penuh akibat pengiriman se-Indonesia. Solusinya, fisik KTP elektronik atau KK yang sudah tidak terpakai disimpan di gudang Disdukcapil dan kantor kecamatan.
 
Agar kejadian ini tidak terulang, Asep menyatakan akan melakukan rapat bersama pemerintah kecamatan, untuk melakukan koordinasi agar kejadian serupa tidak terjadi. “Kami akan tarik semua fisik KTP-el dan KK yang sudah tidak berfungsi atau tidak terpakai ke kantor Disdukcapil Kabupaten Serang,” katanya.
 
Pihak Pemerintah Kabupaten Serang juga berterima kasih kepada Dandim Serang dan Kapolres Serang yang turut mengamankan barang-barang tersebut. “Alhamdulillah barang-barang tersebut berada di pihak yang sangat bertanggungjawab,” katanya.


Mukhlison

Mukhlison Sri Widodo
11-09-2018 22:34