Main Menu

Polda Bali Jamin Waktu Tempuh Delegasi IMF Kurang dari 30 Menit

Hidayat Adhiningrat P.
12-09-2018 16:46

Underpass Simpang Tugu Ngurah Rai. (GATRA/Hidayat Adhiningrat P/RT)

Denpasar, Gatra.com - Upacara Macaru diadakan di underpass Simpang Tugu Ngurah Rai, Rabu (12/9). Dengan upacara ini, artinya dalam waktu tidak lama lagi underpass tersebut sudah bisa digunakan untuk umum.

 

Direktur Lalu Lintas (Dirlantas) Kepolisian Daerah (Polda) Bali Kombes Pol AA Made Sudana di lokasi mengatakan bahwa dengan adanya pembukaan jalur underpass ini, kemacetan di Denpasar bisa lebih mudah terurai. Utamanya ketika Bali menghadapi event-event internasional seperti acara IMF-World Bank Annual Meetings 2018 pada Oktober mendatang.

"Ini udah selesai semua, tinggal upacara bali namanya macaru (Melaspas lan macaru panca sanak madurgha). Artinya, saat delegasi melaksanakan kegiatan dia tidak akan terhambat karena jalur by pass diatas laut, dan ada dua alternatif. Dia bisa bypass ke jalan kali," jelas Made Sudana.

Pihak kepolisian juga mengakui bahwa pihaknya tak ingin ambil risiko andaikata nantinya para delegasi dan tamu negara terjebak macet di Bali. Untuk delegasi, Polisi mematok waktu tempuh perjalanan dari Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai menuju lokasi penyelenggaraan event IMF-World Bank Annual Meetings 2018 di Nusa Dua, kurang dari 30 menit.

"kalau delegasi dari Nusa Dua ke GWK (Garuda Wisnu Kencana), kurang lebih 24-30 menit," katanya.

Saat pertemuan IMF-World Bank berlangsung nanti, dengan adanya underpass ini, polisi hanya akan menerapkan sistem buka tutup arus kendaraan dan tidak ditutup total. Pasalnya, lalu lintas di Bali masih dapat terkendali dan dapat diatasi dengan underpass tersebut.

Selain itu, Polda Bali juga meminta beberapa stakeholder terkait untuk ikut mendukung kegiatan tersebut. Termasuk juga meminta beberapa sekolah untuk meliburkan siswanya saat pembukaan pertemuan IMF-World Bank pada 12 Oktober 2018.

“Stakeholder sudah kami kumpulkan. Terkait dengan IMF, yang menggunakan jalan salah satunya anak sekolah, kami minta diadakan libur sekolah terutama di wilayah selatan, (mulai dari) Kuta sampai Jimbaran, sampai Nusa Dua. Itu yang kami harapkan untuk libur sekolah,” Papar Made Sudana.


Hidayat Adhiningrat P

Hidayat Adhiningrat P.
12-09-2018 16:46