Main Menu

Diduga Terlibat Kasus Hukum Warga Tolak Sekda Usulan Ridwan Kamil

Mukhlison Sri Widodo
12-09-2018 19:30

Ilustrasi (GATRA/FT02)

Bandung, Gatra.com - Ratusan warga Bandung yang tergabung dalam Forum Peduli Bandung kembali berunjuk rasa menolak Benny Bachtiar sebagai calon Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bandung. Pasalnya, Benny diduga terlibat kasus korupsi yang merugikan negara sebesar Rp40 miliar.

 

Massa yang berasal dari berbagai elemen masyarakat itu berunjuk rasa di halaman Kantor Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jabar di Jalan RE Martadinata. Mereka menuntut Kejati Jabar segera memproses kasus hukum yang melibatkan Benny ketika bertugas di Pemkot Cimahi.

"Kami masyarakat peduli Bandung mendesak Kejati Jabar agar segera menetapkan Saudara Benny Bachtiar sebagai tersangka," ujar Ketua Forum Peduli Bandung, Kandar Karnawan kepada wartawan di sela-sela aksi unjuk rasa di halaman Kejati Jabar, Rabu (12/9).

Dijelaskan Kandar, mantan Asisten Daerah Pemkot Cimahi tersebut diduga ikut merugikan negara tidak kurang dari Rp 40 miliar dalam kasus penyertaan modal di Pemkot Cimahi tahun anggaran 2006-2007. 

Terlebih, kata dia, saat ini Kejati Jabar telah menetapkan sebanyak tiga orang tersangka dalam kasus tersebut. Ketiga orang tersebut merupakan PNS atau ASN yang bertugas pada ranah penggunaan atau pelaksana. Oleh karena itu,   ia meminta Ridwan Kamil membatalkan calon Sekda Kota Bandung pilihannya itu.

"Kami berharap Kejati tidak hanya menetapkan tersangka di hilir saja. Harus segera ditetapkan siapa dalang sebenarnya yang ada di daerah hulu," ujar pria yang akrab disapa Aan ini.

Menurutnya, warga Bandung sebenarnya tidak berkepentingan siapa pun yang akan menjadi Sekda Kota Bandung mendampingi Walikota terpilih Oded M Danial. Hanya saja, kata dia, warga Bandung tidak rela bila calon Sekda merupakan PNS yang bermasalah apalagi tersangkut kasus hukum.

"Kami ingin calon Sekda yang bersih dan berintegritas. Kalau Sekdanya punya masalah hukum, nanti dia tak akan bisa fokus bekerja untuk warga Kota Bandung," ungkapnya.


Reporter: Mohammad Zainal
Editor: Mukhlison

Mukhlison Sri Widodo
12-09-2018 19:30