Main Menu

Bandara Soedirman Dorong Perekonomian Purbalingga-Purwokerto

Mukhlison Sri Widodo
12-09-2018 19:54

Ilustrasi - Pembangunan Bandara (GATRA/Adi Wijaya/FT02)

Purwokerto, Gatra.com – Pemerintah berencana menambah jalur Bus Rapid Transit (BRT) koridor 1 Trans Jateng, jika pembangunan Bandara Jenderal Soedirman selesai tahun 2019. Penambahan rute ini dilakukan untuk mempermudah jalur transportasi dari Purwokerto ke Bandara dan sebaliknya.

 

Kepala Dinas Perhubungan (Dinhub) Purbalingga, Imam Wahyudi mengatakan, penambahan rute direncanakan dari Bukateja ke Bandara melewati jalan raya Desa Tidu yang telah dilebarkan.

Menurut dia, akhir 2018 pembangunan Bandara Jenderal Soedirman sebagai bandara komersil akan dimulai. Dia pun optimis sesuai jadwal PT Angkasa Pura, pada akhir tahun 2019 bandara akan selesai dan operasional. 

Bandara tersebut nantinya mampu melayani pesawat ATR-72. “Bulan kemarin kita bersama PT Angkasa Pura telah melakukan beberapa rangkain uji pengukuran, seperti pengukuran kekerasan tanah, pengukuran arah angin dan kecepatannya, kemudian kelayakan pendaratan,” kata Imam dalam keterangannya kepada Gatra.com, Rabu (12/9).

Menurut Imam, pembangunan bandara ini akan berdampak pada peningkatan perekonomian. Tak hanya di Purbalingga, pembangunan bandara juga berdampak untuk kabupaten-kabupaten tetangga, terutama yang paling signifikan adalah Purwokerto.

Hal tersebut berdasarkan hasil kajian tim lembaga antariksa dan penerbangan ITB dengan locusnya Banyumas, Banjarnegara, Wonosobo, Pemalang, hingga sebagian selatan Tegal.

Minggu depan Pemkab Purbalingga juga diundang PT Angkasa Pura, guna membahas kelanjutan pembangunan Bandara Jenderal Soedirman. 

“Finalisasi Rencana Induk Pembangunan (RIP) dengan master plan sudah, dan insyaallah Bulan September sudah clear penetapan dari Menteri Perhubungan,” jelasnya.

Dalam kesempatan terpisah, Plt. Bupati Purbalingga, Dyah Hayuning Pratiwi mengatakan dengan terbangunnya Bandara Jenderal Soedirman diharapkan dapat menjadi pengungkit perekonomian di Purbalingga, terutama Pariwisata.

“Dengan adanya bandara Purbalingga harus berkemas agar siap menjadi tujuan wisata nasional bahkan dunia,” kata Dyah.

Dyah berharap dengan dibangunnya bandara pada tahun 2019, masyarakat Purbalingga bisa memperoleh manfaatnya. 

Bandara menjadi faktor pendukung pengembangan potensi-potensi yang ada di Purbalingga, baik sebagai tujuan wisata maupun industri.


Reporter: Ridlo Susanto
Editor: Mukhlison

Mukhlison Sri Widodo
12-09-2018 19:54