Main Menu

Jadi Pengacara Korban Sipoa Group, Yusril: Tangkap Aktor Intelektualnya

Mukhlison Sri Widodo
12-09-2018 20:09

Yusril Ihza Mahendra.(GATRA/Abdul Hady JM/re1)

Surabaya, Gatra.com - Sejumlah korban dugaan penipuan oleh PT Sipoa Group, tampaknya sudah kehilangan kesabaran. Mereka meminta pengacara kondang Yusril Ihza Mahendra, untuk bersedia mendampinginya dalam proses hukum kasus Sipoa.

 

“Kami ingin Pak Yusril mendampingi kami dalam proses hukum kasus Sipoa,” kata Muhammad Aldo, salah satu korban PT Sipoa, saat mengadang Yusril di sela menghadiri sidang di Pengadilan Negeri (PN) Surabaya, Rabu (12/9).

Yusril datang ke PN Surabaya untuk mendampingi bos PT Gala Bumi Perkasa (GBP) sekaligus pengembang Pasar Turi Baru, Henry J Gunawan untuk menjalani dua sidang sekaligus, yaitu sidang eksepsi (nota keberatan) dan pledoi (pembelaan).

Sidang eksepsi yang diketuai Hakim Anne Rusiana merupakan lanjutan dari sidang dakwaan kasus penipuan dan penggelapan atas laporan dua rekan Henry sesama investor Pasar Turi Baru, Teguh Kinarto (bos PT Joyo Masyur) dan Heng Hok Soei atau Asoei (PT Siantar Top).

Sedangkan sidang kedua yang diketuai Hakim Rochmad adalah sidang pledoi atas tuntutan empat tahun penjara kepada Henry yang dilaporkan para pedagang Pasar Turi dengan tuduhan sama: penipuan dan penggelapan.

Namun, sebelum sidang pertama dimulai, Yusril diadang puluhan massa korban dugaan penipuan apartemen PT Sipoa yang menggelar demo di depan PN Surabaya.

Kasus PT Sipoa mencuat sejak awal 2018 lalu. Ratusan warga Surabaya dan sekitarnya menjadi korban dugaan penipuan. Mereka sudah membayar hampir 100 persen, namun belum juga menerima unit apartemen yang dijanjikan di sejumlah lokasi, baik di Surabaya selatan maupun di Sidoarjo. 

Merasa ditipu, mereka pun melaporkan ke Kepolisian Daerah Jawa Timur. Beberapa sudah ditetapkan tersangka dan menjalani persidangan.

Diakui Aldo, selama ini proses hukum kasus dugaan penipuan PT Sipoa memang sudah berjalan. Namun, banyak korban yang mengaku belum puas dengan pendampingan kuasa hukum sebelumnya. Mereka lalu meminta didampingi oleh Yusril.

“Semoga dengan dikawal Pak Yusril, kasus ini bisa selesai dan mengembalikan uang kami,” kata Aldo.

Mendapat permintaan para korban Sipoa itu, Yusril menyatakan kesiapannya. “Kita siap. Pembicaraan lebih lanjut bisa dilakukan di kantor,” kata Yusril kepada perwakilan massa.

Dalam pengamatan Yusril, pihak pengadilan hanya menjerat orang-orang di level bawah. Sementara aktor intelektual pelaku penipuan tersebut belum tersentuh hukum. 

“Sebenarnya yang menikmati uang hasil penipuan kepada rakyat itu, sampai hari ini belum diapa-apain,” Yusril menegaskan.

Dalam waktu dekat, Yusril berjanji juga akan berkoordinasi dengan kepolisian dan kejaksaan. Bahkan, lanjut Yusril, kasus ini akan dibawa ke Presiden Joko Widodo agar menjadi perhatian pemerintah pusat dan para penegak hukum.

“Jangan sampai yang menjadi aktor intelektual dibiarkan bebas dan yang diadili yang kecil-kecil saja,” pungkasnya.


Reporter: Abdul Hady JM
Editor: Mukhlison

Mukhlison Sri Widodo
12-09-2018 20:09