Main Menu

Kejagung Diminta Selidiki Oknum Jaksa Diduga Peras Terdakwa Korupsi

Anthony Djafar
13-09-2018 20:30

Kejaksaan Tinggi Sulawesi Selatan.(ANTARAnews/re1)

Makassar, Gatra.com - Gabungan mahasiswa dari berbagai elemen organisasi mendatangi kantor Kejaksaan Tinggi Sulawesi Selatan. Mereka meminta Kepala Kejaksaan Agung, agar memproses oknum jaksa yang melakukan pemerasan terhadap terdakwa korupsi.

 

"Kami datang ke kejati untuk meminta kepada pak kajati agar memproses para oknum jaksa yang menciderai hukum di Indonesia ini," kata Koordinator Aksi, Akbar Haruna dikutip Antara, di Makassar, Kamis, (13/9).

Akbar mengatakan sejumlah oknum jaksa penuntut umum (JPU) dan oknum pejabat di Kejati Sulsel mendatangi tujuh terdakwa kasus korupsi dan meminta sejumlah uang agar dimudahkan dalam proses persidangannya.

Para oknum jaksa, kata Akbar, menggunakan tuntutan dengan mengancam para terdakwa agar mau menyerahkan sejumlah uang yang diminta oleh oknum tersebut.

"Oknum JPU ini telah melakukan pemerasan terhadap tujuh terdakwa dengan menyetorkan sejumlah uang dengan menjual nama Kajati Sulsel," katanya.

Dalam orasinya mereka menuntut agar Kajagung RI, Jampidsus dan Jamwas, untuk turun melakukan penyelidikan dan memproses kasus dugaan pemerasan terhadap terdakwa kasus tersebut.

"Kepada Kepala Kejati Sulsel, segera meminta klarifikasi yang telah menjual nama Kepala Kejati Sulsel dalam pemerasan itu," jelasnya.

Adapun Wakil Kepala Kejati Sulsel Gerry Yasid yang turun langsung menemui para pendemo tersebut mengatakan akan menindaklanjuti aspirasi dan informasi tersebut.

"Saya terima aspirasi ini dan akan saya laporkan langsung dengan pak Kajati," katanya.

Gerry berjanji akan memberikan jawaban serta hasilnya sepekan kemudian karena ia mengaku jika kajati sedang tidak berada di kantor Kejati.

Usai ditemui oleh Wakajati Sulsel, massa demonstran tersebut langsung membubarkan diri dengan tenang.

Sebelumnya, dugaan pemerasan terkait dugaan kasus korupsi pengadaan dan pemasangan pipa PVC di Satuan Kerja (Satker) Sarana Pengolahan Air Minum (SPAM) Provinsi Sulsel, ke Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Makassar.

Dalam kasus ini, ada tujuh tersangka, masing-masing Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) Kasatker SPAM inisial Kah, pejabat pembuat komitmen (PPK) FN dan MK, pejabat pengadaan AK, bendahara AM, RD dan MA selaku koordinator penyedia barang.


Anthony Djafar

Anthony Djafar
13-09-2018 20:30