Main Menu

Pemerintah Mulai Bangun Rumah Dan Fasilitas Umum di Lombok

Bernadetta Febriana
18-09-2018 23:53

Ilustrasi. Pembangunan rumah untuk korban gempa Lombok (GATRA/Abdul Hady JM/awy)

Lombok, Gatra.com - Penanganan gempa di Lombok kini telah memasuki tahap rehabilitasi dan rekonstruksi.  Di tahap ini pemerintah mulai memperbaiki atau membangun kembali fasilitas publik dan rumah penduduk. 

 

Deputi Bidang Koordinasi Infrastruktur Kemenko Bidang Kemaritiman Ridwan Djamaluddin dan beberapa pejabat terkait melakukan kunjungan lapangan di beberapa titik di wilayah Lombok Timur dan Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat, Selasa (18/9), seperti yang disampaikan dalam rilis yang diterima Gatra.com.

Pada kesempatan itu, Dirjen Cipta Karya Kementerian PUPR Danis Sumadilaga menjelaskan pihaknya telah membangun dan merehab fasilitas publik dan rumah warga yang rusak. "Per 9 September 2018, dari 1266 fasilitas publik yang dilaporkan rusak, 419 telah terverifikasi dan 78 diantaranya sedang diperbaiki,"jelasnya. Fasilitas publik itu diantaranya sekolah, tempat ibadah, fasilitas kesehatan dan pasar. 

Sementara, untuk rehabiltasi dan rekonstruksi rumah penduduk yang rusak, Danis mengatakan bahwa pihaknya telah melakukan pendampingan atau rehabilitasi. "Di Lombok, sudah ada 74 ribu rumah yang dilaporkan rusak, 5400 diantaranya sudah mendapatkan bantuan uang dari pemerintah untuk dibangunkan rumah tahan gempa," jelasnya. 

Namun demikian, lanjutnya, dalam pembangunan fasilitas publik dan rumah tahan gempa yang ditarget selesai hingga Bulan Desember 2018, ada beberapa kendala yang dihadapi. 

“Saat ini kami kesulitan Sumber Daya Manusia, tukang kita harus mobilisasi dari Surabaya, karena tukang yang kita ambil dari sini masih trauma," jelasnya. 

Selain SDM, masalah lain adalah  sulitnya lahan dan mahalnya bahan bangunan yang dibutuhkan untuk rekonstruksi dan rehabilitasi rumah maupun fasilitas publik yang rusak. 

Lebih jauh, untuk melihat kondisi warga, rombongan melanjutkan kegiatannya dengan melakukan kunjungan kerja ke Dusun Telaga Wareng di Desa Pemenang Barat, Kabupaten Lombok Utara dan Kecamatan Sembalun, di Kabupaten Lombok Timur.

Di Telaga Wareng, Ridwan melihat langsung fasilitas pengolahan air bersih yang dibuat oleh Institut Teknologi Bandung. Sementara itu, di Kecamatan Sembalun, Deputi Koordinasi Bidang Infrastruktur bersama rombongan yang didampingi oleh Kepala Bidang Fasilitasi Pengadaan Tanah, Pusat Pengembangan Kawasan Strategis Kementerian PUPR I Gde Wayan Samsi Gunarta, melihat rumah penduduk yang dibangun oleh pemerintah.

Di akhir kunjungannya, Ridwan mengatakan akan segera melaporkan temuan di lapangan dan menggelar rapat koordinasi dengan pemangku kepentingan terkait. "Kami berharap pemerintah dapat menyusun matriks kerja yang mereka (Dirjen Cipta Karya, red) sebut sebagai rencana aksi sebagai panduan kerja kementerian terkait, serta skema pembiayaan pembangunan rumah tahan gempa untuk masyarakat," ujarnya. 

Lalu, Ridwan mengusulkan agar pemerintah dapat memberikan jaminan pembayaran kepada kontraktor yang membangun rumah tahan gempa untuk menggantikan rumah masyarakat. Pasalnya, selain lahan, kontraktor juga kesulitan untuk membangun rumah warga karena dana bantuan yang dijanjikan oleh pemerintah masih menunggu proses verifikasi. 


Bernadetta Febriana

Bernadetta Febriana
18-09-2018 23:53