Main Menu

BMKG Imbau Warga Jateng Selatan Waspadai Cuaca Ekstrem di Musim Pancaroba

Hidayat Adhiningrat P.
23-09-2018 11:10

Awan tebal mulai terbentuk di musim peralihan musim kemarau ke penghujan, atau pancaroba. (GATRA/Ridlo Susanto/re1)

Cilacap, Gatra.com – Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memperingatkan potensi cuaca ekstrem yang mungkin muncul pada musim pancaroba antara September hingga Oktober 2018 nanti.

 

Prakirawan BMKG Pos Pengamatan Cilacap, Rendy Krisnawan mengungkapkan, saat ini wilayah Jawa Tengah bagian selatan, terutama Banyumas dan Cilacap sudah memasuki musim pancaroba. Di beberapa wilayah, hujan telah turun dengan intensitas ringan hingga sedang dan bersifat lokal.

Sebab, September hingga Oktober ini, Jawa Tengah bagian selatan tengah memasuki musim transisi dari kemarau ke musim penghujan. “Sekarang sudah peralihan musim dari kemarau ke penghujan,” katanya, Sabtu (22/9).

Menurut dia, yang perlu diwaspadai pada musim pancaroba adalah cuaca ekstrem yang berpotensi memicu hujan deras disertai angin kencang dan petir. Di musim peralihan ini potensi munculnya puting beliung juga tinggi.

Menurut dia, tanda-tanda puting beliung sebenarnya bisa diamai secara kasat mata. Fenomena yang juga biasa disebut langkisau ini biasanya diawali cuaca cerah atau cerah berawan dari pagi hingga siang hari. Mendadak, menjelang sore, cuaca berubah secara ekstrem.

Saat itu akan muncul gumpalan-gumpalan awan berwarna kehitaman. Beberapa saat kemudian, gumpalan awan ini akan terkonsetrasi dan membentuk gumpalan besar.

Awan ini disebut sebagai awan kumulonimbus. Bentuknya, menyerupai bunga kol.

“Munculnya awan kumulonimbus adalah pertanda sebelum munculnya puting beliung,” ujarnya.

Dia memperkirakan, pancaroba akan berlangsung hingga akhir Oktober atau awal Novomber.

Sebab itu, ia meminta agar warga meningkatkan kewaspadaan dan mengantisipasi cuaca ekstrem ini.

Salah satu yang bisa dilakukan adalah dengan memangkas dahan pohon yang terlalu rimbun di dekat permukiman. Dengan demikian, saat terjadi terjangan angin kencang, pohon cukup kokoh dan tak membahayakan.

Diketahui, cuaca ekstrem pancaroba telah terjadi Sumbang Kabupaten Banyumas.

Di wilayah ini, belasan rumah rusak. Enam di antaranya rusak berat hingga roboh. Satu sekolah juga terdampak akibat kuatnya terjangan angin.


Reporter: Ridlo Susanto
Editor: Hidayat Adhiningrat P

Hidayat Adhiningrat P.
23-09-2018 11:10