Main Menu

Dua Mantan Pejabat Pemkot Surabaya Tersangka Korupsi Rugikan Negara Rp8 Miliar

Iwan Sutiawan
25-09-2018 22:18

Caption Ilustrasi : Aksi Anti Korupsi (GATRA/Adi Wijaya/aw)

Surabaya, Gatra.com - Satreskrim Polrestabes Surabaya resmi menetapkan dua mantan pejabat Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya dan dua mantan Direktur PT Abadi Purna Utama (APU) sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi tanah kas desa.

 

Keempat tersangkanya adalah mantan Plt Sekda Pemkot Surabaya, Muhammad Jasin; mantan Kabag Pemkot Surabaya, Sugiharto; serta dua mantan Direktur PT APU, Hasan Afandi dan Lukman Jafar.

Empat tersangka itu terjerat dalam dugaan kasus korupsi terkait pelepasan tanah kas Desa Kelurahan Manyar Sabrangan. "Menurut hitungan BPKP (Badan Pemeriksa Keuangan dan Pembangunan), negara dirugikan sekitar Rp8 miliar," kata Kasatreskrim Polrestabes Surabaya, AKBP Sudamiran, Selasa (25/9).

Sudamiran menjelaskan, Unit Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Polrestabes Surabaya melakukan penyelidikan dan penyidikan terhadap kasus ini sejak 2016 lalu. Modus operandinya adalah tukar guling tanah kas desa tersebut dengan perusahaan PT APU.

Kasus ini bermula dari penjualan tanah kas desa yang ada di Kecamatan Semolowaru tersebut seluas 56.000 meter persegi, dan ditukar guling dengan di wilayah Keputih.

Menurut Sudamiran, dari tukar guling itu seharusnya mendapat tanah seluas 90.000 meter persegi. Jadi, terdapat selisih kurang 7.000 meter persegi.

"Dari dugaan tukar guling yang tidak benar, tidak sesuai dengan ketentuan, oleh BPKP dinyatakan ada kerugian negara. Setelah dihitung nilai harga saat itu, kerugiannya Rp8 miliar," ujarnya.

Dalam kasus ini, empat tersangka dikenakan Undang Undang RI No. 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, juncto Pasal 55 Ayat (1) KUHP dengan ancaman pidana penjara maksimal 20 tahun, dan atau denda maksimal Rp1 miliar.


Reporter: Abdul Hady JM
Editor: Iwan Sutiawan

Iwan Sutiawan
25-09-2018 22:18