Main Menu

Becak Motor di Jogja Menuntut Dilegalkan

Anthony Djafar
26-09-2018 13:14

Unjuk rasa Becak Motor di Yogjakarta.(GATRA/Arif Koes/re1)

 

Yogyakarta,Gatra.com – Sekitar 300 pengemudi becak motor (bentor) di Daerah Istimewa Yogyakarta unjuk rasa selama dua hari menuntut diakui secara legal. Pemerintah daerah menunggu aturan baku dari Kementerian Perhubungan.

 

Para pengemudi bentor yang datang sejak Selasa kemarin itu tergabung dalam Paguyuban Becak Motor Yogyakarta (PBMY) dan baru bisa ditemui Sekretaris Daerah Gatot Saptadi, di di Kantor Satpol PP DIY, Rabu (26/9).


"Saat iki Pemda DIY belum memiliki peraturan daerah tentang bentor. Kami terus berkomunikasi dengan kementerian terkait ini," kata Gatot saat menerima perwakilan pendemo.

Menurut Gatot, Pemda menawarkan sejumlah solusi. Sambil menunggu peraturan dari Kemenhub, Pemda saat ini membangun purwarupa becak kayuh yang ditempel mesin sebagai pengganti bentor.

Karena tidak ada aturan dari Kemenhub, kata Gatot, maka Pemda tidak melarang keberadaan bentor di jalanan.

Dalam aksi itu, pengemudi demo juga mengeluhkan razia dari kepolisian. Menanggapi itu, Gatot mengatakan razia merupakan kewajiban polisi dalam menegakkan aturan berkendara.

"Yang dilakukan polisi adalah untuk menertibkan bentor, apakah sesuai aturan, semisal soal laik jalan dan kelengkapan surat-surat resmi sebagai angkutan umum," katanya.

Pengemudi bentor juga mempertanyakan larangan bentor masuk ke kawasan Malioboro. Menurut Gatot, larangan itu karena kawasan wisata utama DIY itu sedang dibenahi untuk dijadikan pedestrian dengan menghilangkan tempat mangkal angkutan umum.

Menurutnya, dampak pembenahan dan revitalisasi Malioboro akan dirasakan juga pada becak dan andong, bukan hanya bentor.

"Jadi selama Pemda belum memiliki Perda khusus bentor, kami tidak bisa melarang. Demikian juga sebelum ada pelarangan kendaraan bermotor melintas Malioboro, kecuali TransJogja, kami juga tidak bisa melarang," katanya.

Usai audiensi, Ketua PBMY Parmin menyatakan kecewa. Pasalnya sekitar 2.000 pengemudi bentor sejak delapan tahun lalu menunggu pemda DIY mengeluarkan aturan khusus bentor.

"Sebelum ada prototipe yang dijanjikan dan peraturan tetap, kami hanya minta dibebaskan bekerja karena ini satu-satunya mata pencaharian kami," katanya.

Parmin membantah soal tudingan bahwa banyak bentor yang tidak memilliki surat resmi.

Parmin menuntut perda bentor segera dibuat dengan melibatkan PBMY.

Sehari sebelumnya, mereka menggelar unjukrasa. Karena tidak ada satupun pejabat yang menemui pendemo hingga sore hari, sekitar 120 bentor diinapkan di halaman Kantor Gubenur.
Usai pertemuan, Gatot meminta becak yang dititipkan segera diambil.


Reporter: Arief Koes
Editor: Anthony Djafar

Anthony Djafar
26-09-2018 13:14