Main Menu

ACER, Dinas Pendidikan DKI Jakarta Menggelar Sesi Berbagi Kepada Para Guru

Aries Kelana
10-10-2018 19:45

Seminar Australian Council for Educational Research (ACER) (GATRA/Dok.Acer/aw)

Jakarta, Gatra.com – Australian Council for Educational Research (ACER) Indonesia bekerja sama dengan Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta dan Persatuan Sekolah SPK (Satuan Pendidikan Kerja sama) Seluruh Indonesia (PSSI) menyelenggarakan kegiatan sejenis seminar berbagi kepada para guru.

 

Seminar tersebut menghadirkan perwakilan pemerintah dan para pakar pendidikan sebagai narasumber, yaitu Bowo Irianto, Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta; Lani Ganda, Head Country Representative ACER Indonesia; Haifa Segeir, Ketua Perkumpulan Sekolah SPK Indonesia; serta pakar pendidikan Dr. Jarrod Hingston, Manajer Layanan Penilaian di Sekolah (Manager of School Assessment Services) dan Mark Butler, Senior Research Fellow, ACER Australia.

Pihak Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta menyambut baik atas penyelenggaraan Sesi Berbagi tersebut sebagai kesempatan untuk meningkatkan mutu pendidikan di Indonesia melalui peningkatan kapasitas para tenaga pendidik sehingga memiliki pemahaman yang tepat mengenai penilaian.

“Penilaian tidak hanya memiliki peran dalam pembelajaran, namun merupakan bagian dari pembelajaran itu sendiri. Oleh karena itu, sangat penting bagi kita memahami manfaat dan tujuan dari setiap penilaian,” ujarnya dalam rilisnya yang diterima Gatra.com (10/10).

Di antara begitu berbagai macam produk dan metode penilaian yang diciptakan, tenaga pendidik dituntut untuk cermat dalam menentukan sistem penilaian yang tepat.

Menggunakan penilaian untuk mengukur hasil adalah langkah pertama dalam peningkatan mutu pendidikan. Untuk itu, keselarasan antara kurikulum dan penilaian merupakan hal yang sangat penting. Keberhasilan peningkatan mutu pendidikan bergantung sebagian besar pada praktek penilaian dan pemeriksaan yang sesuai.

“Dalam menyusun standar penilaian pendidikan, pemerintah terus berupaya agar pengaturan mengenai penilaian pendidikan selaras dan disesuaikan dengan perkembangan dan kebutuhan penilaian hasil belajar,” lanjutnya.

Sementara itu, Haifa Siregar mengatakan bahwa pihaknya emiliki harapan besar agar program semacam ini bisa dinikmati oleh semua kalangan, baik itu SD, SMP, SMA, maupun SMK Negeri di kawasan DKI Jakarta. "Namun, kami pun menyadari bahwa cita-cita sebesar ini membutuhkan kerja sama dan kolaborasi sinergis dengan sejumlah pemangku kepentingan, terutama mengingat keterbatasan sumber daya yang kami miliki," tuturnya.

Oleh karena itu, PSSI menyambut baik ajakan kolaborasi dari ACER Indonesia atas dasar semangat perubahan yang sama. "Lewat acara Sesi Berbagi, kami mengajak rekan-rekan tenaga pendidik untuk bertumbuh bersama, saling memperbaiki, serta membuka diri dan terus belajar," sambung Haifa.

Kemudian, Jarrod HIngston menjelaskan bahwa sejak didirikan pada tahun 1930, ACER merupakan pusat penelitian pendidikan terkemuka dan didukung oleh lebih dari 400 karyawan yang tersebar di beberapa negara, seperti Indonesia, Australia, India, Malaysia, Saudi Arabia, dan Inggris. Dengan berbekal pengalaman lebih dari 80 tahun, ACER telah berhasil membangun reputasi yang kuat sebagai penyedia dukungan dan keahlian bagi para pembuat kebijakan pendidikan dan praktisi profesional. 

"Khusus di Indonesia, kami bangga melihat kemajuan-kemajuan progresif yang berhasil dibina oleh ACER Indonesia. Hal ini jelas menjadi pemantik semangat bagi kami untuk terus berkomitmen menjadi rekanan strategis bagi para pendidik dan instansi pendidikan Indonesia,“ ucapnya.


Aries Kelana

 

Aries Kelana
10-10-2018 19:45