Main Menu

Kementrian Pendidikan dan Budaya Tetapkan Lima Budaya Sungai Menjadi Warisan Takbenda

Mukhlison S Widodo
12-10-2018 11:33

Para pelaku budaya Sungai Penuh seusai acara penyerahan lima warisan takbenda di Jakarta (Humas.Sungai Penuh/jh) 

 

Jakarta, Gatra.com - Lima jenis kesenian milik Sungai Penuh ditetapkan oleh Pemerintah Pusat sebagai warisan budaya takbenda pada Rabu (10/10) di Jakarta. 

Penetapan itu secara simbolis diberikan Dirjen Kebudayaan, Hilman Farid berupa sertifikat warisan budaya takbenda kepada Plt Gubernur Jambi, H. Fachrori Umar di Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan RI di Jakarta. 

Lima warisan budaya itu adalah Tari Rangguk, Lapek, Kenduri Sko, Ntak Awo dan Tari Iyo-iyo. Tari rangguk berasal dari Kumun Kecamatan Kumun Debai, Anyaman Lapek dari Desa Koto Dian, Kecamatan Hamparan Rawang, Ntak Awo atau Rentak Kudo berasal dari Kecamatan Hamparan Rawang.

Tari asek dan Tale Nek Jei terlebih dahulu ditetapkan oleh pemerintah pusat. Sertifikat Warisan Budaya Takbenda untuk 5 (lima) kebudayaan tersebut diberikan oleh Kementrian Pendidikan dan kebudayaan RI di Jakarta, Rabu (10/10) kemarin.

Walikota Sungai Penuh, H. Asafri Jaya Bakri (AJB) yang hadir pada acara tersebut, mengucapkan terima kasih kepada Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan RI yang sudah mempercayai cagar budaya Kota Sungai Penuh menjadi salah satu Warisan Budaya Takbenda Indonesia.

“Kita tetap berkomitmen untuk mengembangkan dan memanfaatkan serta melakukan pembinaan terhadap warisan budaya tersebut sebagai kekuatan budaya dalam pembangunan,” ucapnya.

Dalam acara yang digelar di Gedung Kesenian Jakarta tersebut, Rangguk Kumun berhasil mendapat apresiasi dari Kementrian Pendidikan dan kebudayaan sebagai peserta tertua yang aktif membantu menjaga warisan budaya. 


Reporter: Feri Hartanto
Editor: Mukhlison

Mukhlison S Widodo
12-10-2018 11:33