Main Menu

Bang Buyung Pernah Kena Skorsing Gara-gara Demo

Arif Prasetyo
23-09-2015 11:34

Pengacara senior Adnan Buyung Nasution saat berunjuk rasa (Dok.GATRA)

Jakarta, GATRAnews - Innalilahi wainalillahi rojiun. Pengacara senior Adnan Buyung Nasution meninggal dunia di Rumah Sakit Pondok Indah (RSPI) Jakarta pada pukul 10.17 WIB. 


Abang, panggilan akrab Adnan Buyung Nasution, sebelumnya mendapat perawatan di Rumah Sakit Pondok Indah (RSPI), Jakarta Selatan . Pengacara kondang yang berusia 81 tahun ini dirawat karena mengalami gangguan pada jantungnya. 

Adnan Buyung Nasution, pria kelahiran Jakarta, 20 Juli 1934, dikenal sebagai seorang advokat handal, pendiri Lembaga Bantuan Hukum Jakarta, dan juga pernah menjabat sebagai anggota DPR/MPR. 

Setelah lulus dari UI, Buyung meneruskan kuliah dan bekerja sebagai jaksa di Kejaksaan Negeri Istimewa Jakarta. Selain itu, Buyung juga tetap aktif dalam kegiatan politik di Indonesia. 

Buyung sempat mendapatkan skorsing selama satu setengah tahun akibat ikut berdemonstrasi dengan Kesatuan Aksi Mahasiswa Indonesia (KAMI), dan dituduh sebagai anti revolusi. 

Setelah itu, Buyung dipindahtugaskan ke Manado. Namun demikian, Buyung ditempatkan di Medan. Hal tersebut membuat Buyung hengkang dan menganggur hingga setahun kemudian. Buyung mendapatkan panggilan kembali untuk DPR/MPR. Setelah satu tahun menganggur. 

Buyung kemudian mendirikan Lembaga Bantuan Hukum Jakarta dan membuka kantor pengacara (advokat). Kedua lembaga tersebut berjalan dengan baik sehingga sekarang kantor pengacara tersebut merupakan kantor pengacara terbaik di Indonesia. 

Sementara itu, YLBHI yang dia dirikan mendapatkan respon yang sama, dan membawahi banyak LBH lainnya, sehingga dikenal sebagai lokomotif demokrasi. Gagasan untuk mendirikan LBH tersebut merupakan refleksi ketika Buyung menjalankan persidangan. 


Editor: Arief Prasetyo

Arif Prasetyo
23-09-2015 11:34