Main Menu

Anang Hermansyah: KPAI Agar Dampingi Anak-anak Saksi Kasus Lumajang

Tian Arief
01-10-2015 10:28

Anang Hermansyah (Dok GATRAnews)

Jakarta, GATRAnews - Anang Hermansyah, anggota DPR RI daerah pemilihan Jember dan Lumajang, meminta Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) memberikan pendampingan kepada anak-anak yang menjadi saksi kasus pembunuhan aktivis lingkungan hidup Salim Kancil, di Desa Selok Awar-Awar, Lumajang, Jawa Timur.

"Sesegera mungkin KPAI harus turun tangan untuk melakukan pendampingan kepada anak-anak di Awar-Awar, Lumajang. Jangan sampai peristiwa pembunuhan Salim Kancil ini menyisakan memori buruk di kehidupan mereka mendatang, yang akan sangat tidak baik bagi perkembangan mereka," jelas anggota dewan yang juga musisi itu, kepada wartawan, di Jakarta, Rabu (29/9).

Anang mengaku menerima informasi bahwa pembunuhan berencana terhadap Salim Kancil yang dilakukan pada siang hari di depan Kantor Balai Desa Awar-Awar, disaksikan anak-anak PAUD (pendidikan anak usia dini), dan juga anak Salim Kancil yang berusia 13 tahun.

"Pembunuhan ini menyisakan duka dan traumatik mendalam bagi anak-anak yang melihat. Maka yang harus dilakukan adalah melakukan pendampingan psikologis kepada anak-anak dan juga warga yang mengalami trauma atas kejadian tersebut," ujar suami dari penyanyi Ashanty itu, seperti dikutpi Antara.

Selain masalah pendampingan anak-anak, Anang juga mendorong Polri, dalam hal ini Polda Jawa Timur, mengusut sampai tuntas kasus pembunuhan tersebut, dengan mencari siapa saja yang terlibat, baik pelaku lapangan maupun otak penganiayaan/pembunuhan itu.

Berdasarkan informasi, tutur Anang, sampai saat ini sedikitnya sudah 20 orang pelaku lapangan yang ditetapkan sebagai tersangka oleh pihak kepolisian.

"Hukum harus ditegakkan, tidak boleh pandang bulu. Pihak berwajib harus secepatnya bergerak untuk mengusut tuntas siapa saja pelaku lapangan dan otak pembunuhan. Pembunuhan Salim Kancil ini harus menjadi yang terakhir kali, tidak boleh lagi ada kejadian serupa ke depannya," ujar Anang menegaskan.


Editor: Tian Arief

Tian Arief
01-10-2015 10:28