Main Menu

Kabut Asap Mulai Menipis

Iwan Sutiawan
10-10-2015 23:09

Sutopo Purwo Nugroho memantau titik api (Antara/Hermanus Prihatna)

Jakarta, GATRAnews - Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho, mengatakan kabut asap akibat kebakaran lahan dan hutan di Sumatera dan Kalimantan mulai menipis. "Pasokan asap mulai berkurang. Hal ini menyebabkan jarak pandang membaik," kata Sutopo, melalui pesan tertulis yang diterima GATRAnews, di Jakarta, Sabtu (10/10).

Jarak pandang di Padang sejauh 1.500 meter berasap, Pekanbaru 4.000 meter berasap, Jambi 1.000 meter berasap, Palembang 7.000 meter berawan, Pontianak 2.000 meter berasap, Palangkaraya 200 meter berasap, dan Banjarmasin 9.000 meter cerah.

"Kualitas udara juga membaik, di mana ISPU di Medan 189 tidak sehat, Pekanbaru 104 sedang, Jambi 377 berbahaya, Palembang 358 berbahaya, Pontianak 134 sedang, Samarinda 82 sedang, Palangkaraya 741 berbahaya," kata Sutopo.

Sementara operasi darurat asap akibat kebakaran hutan dan lahan terus dilakukan, baik melalui operasi udara, darat, penegakan hukum, sosialisasi, dan pelayanan kesehatan di Sumatera dan Kalimantan. Data sementara total hujan dan lahan terbakar mencapai 1,7 juta hektar.

Dari 1,7 juta areal terbakar itu, terdapat di Kalimantan seluar 770 ribu hektar yang 35,9% di antaranya merupakan lahan gambut. Sedangkan di Sumatera, areal terbakar seluas 593 ribu hektar yang 45,9% di antaranya lahan gambut dan 221.704 hektar areal terbakar berada di Sumatera Selatan. Angka ini pasti akan bertambah, karena kebakaran masih terus berlangsung.

Berdasarkan pantauan Satelit Terra Aqua, Sabtu (10/10), terdapat 936 hotspot, yaitu Sumatera 91 titik, Lampung (2), Sumsel (89), dan Kalimantan (845) titik. Rinciannya, di Kalbar (5 titik), Kalsel (52 titik), Kalteng (628 titik), Kaltim (159 titk), dan Kaltara (1).

Bantuan helikopter Chinnok dan pesawat Hercules yang memuat personil dan peralatan dari Singapura pun telah mendarat di Lanud Palembang pada Sabtu siang, pukul 11.00 WIB. Sementara bantuan pesawat CL415 Bombardier dan 21 personil (12 kru penerbang, 8 teknisi, 1 wartawan) dari Malaysia telah tiba semalam.

Sore tadi datang 1 heli Dolphin dengan 4 crew penerbang.  Rencana bantuan dari Singapura dan Malaysia ini, hanya akan beroperasi selama 2 minggu. Tim Malaysia rencananya akan ditempatkan di Pangkal Pinang dan melakukan water bombing di Selapan dan Air Sugihan, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Sumsel.


Reporter: Iwan Sutiawan
Editor: Tian Arief

Iwan Sutiawan
10-10-2015 23:09