Main Menu

Menhan: Kalau Punya 100 Juta Kader Bela Negara, Siapa Yang berani Menyerang?

Ervan
12-10-2015 10:52

Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu (GATRA/Rifki M Irsyad)

Jakarta, GATRAnews - Langkah Kementrian Pertahanan (Kemhan) yang mengusung program 100 juta kader bela negara dipertanyakan oleh Komisi I DPR RI. Anggota Komisi I DPR RI, Tubagus Hasanuddin mempertanyakan biaya atau anggaran program bela negara. Sampai saat ini DPR bersama pemerintah belum pernah mendiskusikannya secara rinci, berapa biaya yang dibutuhkan untuk melatih 100 juta orang itu. 

 

"Karena untuk anggaran TNI dalam pengadaan alut sista pun, pemerintah malah menguranginya. Saat ini untuk kebutuhan alut sista tahun 2016 saja masih kurang sebesar Rp 36 trilyun. Andaikan tidak terpenuhi maka bisa dipastikan Restra II pembangunan MEF (minimum essensial force) kekuatan TNI tak akan tercapai pada 2019. Menurut hemat saya , perlu kita diskusikan ulang," ungkapnya beberapa hari lalu.

 

Menanggapi hal tersebut, Menteri Pertahanan (Menhan) Ryamizard Ryacudu menegaskan pentingnya program bela negara. Menurutnya jika Indonesia memiliki 100 juta kader bela negara yang siap membela negaranya maka akan menjadi kekuatan terbesar di dunia.

 

"Bayangkan kalau kita punya 100 juta warga negara yang siap membela negaranya. Bangsa ini kalau mau besar harus dimulai dari dalam diri sendiri," ungkap Menhan di Kantor Kemhan jalan Merdeka Barat, Jakarta, Senin (12/10).

 

Ryamizard juga menegaskan urusan pertahanan negara tak hanya menyangkut kuantitas dan kualitas alutsista, tetapi juga menyangkut sumber daya dan potensi warga negara dalam mempertahankan negara.

 

"Kalau soal alutsista punya duit beli-beli saja, tapi kalau bela negara itu kita punya 100 juta kader militan siapa yang berani menyerang? Alutsista itu kecil. Kalau 100 juta orang (kader bela negara) itu bisa lawan siapa saja," imbuh Menhan.


 

Reporter: Ervan Bayu

Editor: Dani Hamdani  

 

Ervan
12-10-2015 10:52