Main Menu

BNPB: Kabut Asap Meluas ke Singapura dan Malaysia

Tian Arief
18-10-2015 18:06

Kabut asap menyelimuti Malaysia (AFP/Mohd Rasfan)

Jakarta, GATRAnews - Negeri jiran Singapura dan Malaysia kembali diselimuti kabut asap kiriman dari Sumatera. Hal itu dinyatakan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). "Berdasarkan citra satelit Himawari, sebaran kabut asap meluas lagi hingga negara tetangga, yakni Singapura dan Malaysia," kata Sutopo Purwo Nugroho, Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, di Jakarta, Minggu (18/10).

Meski demikian, tutur Sutopo, kepekatan kabut asap di negara tetangga tersebut bersifat sedang. Hampir seluruh wilayah di Kalimantan pada saat ini, ujarnya, tengah terkepung kabut asap.

"Kondisi kabut asap yang demikian juga telah menyebabkan jarak pandang berkurang," ucapnya, seperti dilansir Antara.

Jarak pandang di sejumlah wilayah di Sumatera, tambah dia, juga berkurang akibat kabut asap.

"Pada pukul 10.00 WIB, jarak pandang di Pekanbaru 800 meter, Kerinci 100 meter, Jambi 500 mater, Palembang lima kilometer, Pontianak 1,8 kilo meter, Sintang 600 meter, Palangkaraya 800 meter, Muara Teweh 100 meter dan Tarakan 500 meter.

Saat ini kualitas udara di Pekanbaru adalah masuk dalam kategori tidak sehat, Jambi kategori berbahaya, Palembang kategori sangat tidak sehat, Pontianak kategori sangat tidak sehat dan Palangkaraya kategori berbahaya.

Pemerintah terus melakukan upaya pemadaman kebakaran hutan dan lahan baik melalui operasi udara maupun operasi darat. Sejumlah instansi terkait, kata Sutopo, juga terlibat langsung dalam operasi pemadaman kebakaran hutan dan lahan di Sumatera dan Kalimantan.

"Personel gabungan TNI, Polri dan lainnya juga telah dikerahkan dalam operasi pemadaman kebakaran hutan dan lahan," kata Sutopo.

Bantuan asing, kata dia, juga terus berdatangan untuk membantu operasi pemadaman kebakaran hutan dan lahan di Indonesia. "Bantuan di antaranya berasal dari Malaysia, Singapura, dan Australia. Pada saat ini bantuan tersebut telah tiba di Tanah Air," ujarnya menambahkan.


Editor: Tian Arief

Tian Arief
18-10-2015 18:06