Main Menu

Politikus Demokrat: Ide Kebiri Predator Seks Anak Ngawur!

Ervan
22-10-2015 10:18

Aksi keprihatinan kekerasan dan pelecehan seksual terhadap Anak (Antara/Irwansyah Putra)

Jakarta, GATRAnews - Komisi VIII menolak dengan tegas keinginan Presiden Joko Widodo menerbitkan Perppu kebiri syaraf libido bagi pelaku seksual terhadap anak. Menurut anggota Komisi VIII Khatibul Umam Wiranu ide yang dicetuskan Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa itu sangat ngawur. 

 

"Tidak setuju . Itu pernyataan dan persetujuan Presiden sungguh sangat ngawur," kata Khatibul saat dihubungi, Kamis (22/10).

 

Penolakan dari Politikus Demokrat ini dikarenakan sesuai hukum yang berlaku pelaku seksual terhadap anak diatur berupa hukuman pidana maupun hukuman mati. 

 

"Hukuman pidana kita yang diatur KUHP hanya mengenal hukuman kurungan, hukuman seumur hidup, dan atau hukuman mati. Kami menolak itu," tutur Khatibul.

 

Komisi VIII DPR nantinya akan memanggil Mensos untuk dimintai penjelasan soal hukuman kebiri syaraf libido tersebut. Sebab, Khofifah merupakan penggagas hukuman kebiri itu. 

 

"Dengan Mensos sudah dijadwalkan Raker dalam minggu ini. Nanti kita sampaikan," tegasnya,

 

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo dalam rapat terbatas di Kantor Presiden Jakarta, Selasa petang menyetujui tindakan keras berupa peningkatan sanksi hukum khususnya bagi pelaku kekerasan seksual terhadap anak berupa hukuman pengebirian.

 

"Bahwa kita prihatin banyak kejahatan kekerasan seksual sehingga rasanya kita sepakat kejahatan ini luar biasa dan ditangani luar biasa," kata Jaksa Agung HM Prasetyo dalam keterangan pers di Kantor Presiden usai ratas seperti dikutip dari Antara, Selasa (20/10).


Reporter: Ervan Bayu

Editor: Dani Hamdani  

 

Ervan
22-10-2015 10:18