Main Menu

Presiden Teken PP Pengupahan dan Berlaku Mulai 2016

Dani Hamdani
26-10-2015 10:45

Menteri Tenaga Kerja Hanif Dhakiri (Antara/Yudhi Mahatma)

Jakarta, GATRAnews - Setelah 12 tahun tertunda akhirnya Peraturan Pemerintah (PP) tentang Pengupahan selesai. Presiden Jokowi telah menanda-tangani PP tersebut pada Jum'at pekan lalu (23/10), dan langsung berlaku tahun 2016.

 

Hal itu disampaikan Menteri Ketenagakerjaan M Hanif Dhakiri setelah membuka Rapat Koordinasi Pengawasan dan Pengendalian di Kantor Kemnaker, Jakarta, Senin (26/10).

 

Dengan keluarnya PP Pengupahan tersebut, menurut Hanif, penetapan Upah Minimum Propinsi (UMP) tahun 2016 sudah harus menggunakan formula yang diamanatkan dalam beleid baru itu.

 

"Alhamdulillah PP Pengupahan sudah selesai, sudah ditandatangani Presiden dan telah diundangkan. Itu langsung berlaku. Penetapan UMP 2016 oleh Gubernur nanti sudah harus menggunakan formula sebagaimana diamanatkan dalam PP tersebut", jelasnya.

 

Menurut Hanif, keluarnya PP Pengupahan merupakan terobosan dalam dunia ketenagakerjaan Indonesia. Sebelumnya, penetapan UMP didominasi oleh pelbagai bentuk politisasi yang membuat kenaikan upah tidak rasional dan menimbulkan ketidakpastian.

 

"Upah itu kan pada dasarnya hak privat antara pemberi kerja dengan pekerja. Negara hadir dengan kebijakan upah minimum untuk melindungi pekerja agar tidak terjatuh dalam upah murah, melindungi mereka yang belum bekerja agar bisa masuk ke pasar kerja, dan melindungi dunia usaha agar bisa berkembang meningkatkan lapangan kerja", paparnya.

 

Hanif meminta kepada seluruh Gubernur untuk segera menyesuaikan dan memproses penetapan UMP 2016 dengan menggunakan formula dalam PP Pengupahan. Formula ini sudah diungkapkan Menteri Kordinator Perekonomian Darmin Nasution saat mengumumkan Paket Kebijakan Ekonomi IV beberapa waktu lalu.

 

Formula pengupahan dalam PP baru ini menggunakan angka inflasi nasional dan pertumbuhan ekonomi nasional sebagai variabel utama dalam perhitungan kenaikan upah minimum. Gubernur akan menetapkan dan mengumumkan secara serentak UMP tahun berikutnya setiap tanggal 1 November.


Editor: Dani Hamdani 

 

Humas Kemnaker

Dani Hamdani
26-10-2015 10:45