Main Menu

Anies Baswedan Janjikan 170 Ribu Kelas Dipasang Filter Asap

Dani Hamdani
30-10-2015 16:27

Menteri Pendidikan Anies Baswedan (GATRAnews/Adi)

Jambi, GATRAnews - Presiden Joko Widodo memutuskan langsung menuju Jambi dan batal meninjau lahan terbakar di Kecamatan Air Sugihan dari udara. "Jarak pandang yang hanya sekitar 300 meter tidak memungkinkan Presiden melihat titik api dari Helikopter karena terhalang kabut asap," kata Sukardi Rinangkit, tim komunikasi presiden.

Di Jambi, Presiden meninjau "kelas aman asap" di SDN No. 181/IV, Kelurahan Lebak Bandung, Kecamatan Jelutung, Kota Jambi. Kelas aman asap, menurut Sukardi, adalah langkah Mendikbud untuk menyediakan kelas yang dilengkapi alat penyaring udara.

 

Sehingga udara luar yang masuk ke dalam kelas adalah udara bersih. Dan dengan ruang kelas yang bebas asap itu, anak-anak tetap bisa belajar dengan tenang.  ‎

‎‎

Presiden dan Ibu Iriana Joko Widodo saat berkunjung ke kelas di SDN No 181/IV menyapa anak-anak yang sedang belajar dan membagi-bagikan buku.

 

Di SD ini pula, Presiden bertemu dengan Zeily Nurachman, Guru Besar Biokimia, Kimia Institut Teknologi Bandung penemu piranti anti asap yang berhasil menurunkan udara yang memiliki Indek Standar Pencemaran Udara (ISPU) tinggi menjadi rendah.

 

Presiden Jokowi saat berkunjung ke SDN 181 Kota Jambi, 30 Oktober 2015 (Dok GATRAnews/Zeily Nurachman)

Presiden Jokowi saat berkunjung ke SDN 181 Kota Jambi, 30 Oktober 2015 (Dok GATRAnews/Zeily Nurachman)

 

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Anies Baswedan mengatakan bahwa SD No. 181/IV adalah sekolah ‎aman asap. "Kelas yang menggunakan membran sehingga udara disaring dan udara di dalam menjadi bersih sehingga bisa dipakai untuk kegiatan belajar mengajar," ucap Anies.

 

Anies menjanjikan akan memasang membran ini di sembilan provinsi pada 170 ribu ruang kelas dipasang. "Harganya murah sekitar Rp. 200-300 ribu per kelas ditambah dengan exhaust dan tanaman untuk mengurangi polutan," ucap Anies.  

 

Tehnik yang sederhana ini sudah diujicobakan di Sumatera Barat‎, dan berhasil menurunkan ISPU dari 280 dan dengan menggunakan membran ini, ISPU di dalam ruang kelas turun menjadi 70.‎


Editor: Dani Hamdani 

Baca juga:

 

Dani Hamdani
30-10-2015 16:27