Main Menu

Menhan Heran Bela Negara Jadi Kontroversi

Ervan
12-11-2015 15:32

Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu (kanan) saat menjadi warga kehormatan Marinir (GATRAnews/Adi Wijaya)

Jakarta, GATRAnews - Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu menegaskan program bela negara yang digagasnya masih terus berjalan meskipun banyak kontroversi yang terjadi. Ryamizard mengaku heran dengan sikap para penentang program yang menargetkan 10 juta kader dalam 10 tahun itu.

 

"Heran saya bela negara itu lawannya musuh negara, pilih mana musuh negara atau bela negara? Kalau bela negara ikuti!" ungkapnya usai wisuda mahasiswa Universitas Pertahanan di Kompleks Unhan, Sentul, Jawa Barat, Kamis (12/11).

 

Meski begitu, mantan KASAD era Presiden Megawati Soekarnoputri itu mengakui jika program bela negara masih harus disempurnakan lagi. Namun Ryamizard mengungkapkan jika program bela negara ditentang karena banyak masyarakat yang belum mengerti maksud dan tujuan bela negara.

 

"Kalau saran disempurnakan iya. Banyak sekali yang mendaftar, di Sumatera dan banyak lagi. Mungkin yang belum ngerti saja kali ya. Mudah-mudahan nanti mengerti," imbuh Menhan.

 

Menhan pun mengimbau kepada masyarakat untuk mengikuti bela negara sebagai bentuk rasa syukur terhadap situasi bangsa yang aman dan kondusif, tak seperti negara timur tengah yang sedang berkonflik sehingga mengungsi ke negara lain.

 

"Negara yang tidak aman itu bahaya, di timur tengah itu ditinggalkan tanah kelahirannya untuk mengungsi karena enggak aman disitu, dan rasa bela negaranya tidak ada jadi dia nyari tempat lain.Kita ini bersyukur dikasih enak dan aman, rasa syukur kita bela dong negara ini," ucapnya. 


 

Reporter: Ervan Bayu

Editor: Dani Hamdani 

 

 

Ervan
12-11-2015 15:32