Main Menu

Komite II DPD Minta Pemerintah Audit Lion Air

Wem Fernandez
22-11-2015 21:36

Maskapai penerbangan Lion Air (GATRAnews/Dharma Wijayanto)

Jakarta, GATRAnews-Komite II Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI meminta pemerintah melakukan audit terhadap maskapai Lion Air terkait keterlambatan penerbangan rute Jakarta-Makassar dengan nomor penerbagan JT 898, Sabtu (21/11) kemarin.


"Komite II DPD RI minta pemerintah audit manajemen Lion Air. Hal ini terkait keterlambatan pesawat Lion Air JT 898 dari Soekarno-Hatta kemarin," jelas Ketua Komite II DPD RI Parlindungan Purba saat dihubungi GATRAnews, Ahad (22/11).

Penumpang sering mengeluhkan keterlambatan terhadap Lion Air. Salah satu senator asal Gorontalo, sambung Parlindungan, terpaksa menunda jadwal pertemuannya dengan PGRI dan para guru karena keterlambatan ini.

"Padahal ini sudah lama dijadwalkan dalam rangka menyerap aspirasi daerah," tegas senator asal Sumatera Utara tersebut.

Pemerintah, sangat perlu melakukan audit terhadap manajemen Lion Air sehingga tahu persis penyebab terganggunya jadwal penerbangan. Meski perusahan milik swasta tapi karena menyangkut transportasi publik, maka perlu melakukan audit untuk mengetahui sejauh mana maskapai mengutamakan keselamatan penumpang.

"Komite II bermaksud mengundang pimpinan Lion Air dalam waktu dekat di mana sudah sering mendapat keluhan tentang buruknya pelayanan," tegas Senator asal Sumatera Utara ini.

Terpisah, pihak manajemen Lion Air mengakui keterlambatan penerbangan ini karena melakukan pergantian tipe pesawat dari narrow body menjadi wide body. Dalam proses mengurus izin penerbangannya (flight approval) telah terjadi miskoordinasi di internal. Sehingga menyebabkan jadwal penerbangan tidak bisa dilakukan sebagaimana yang telah ditetapkan.

"Atas kejadian ini kami mohon maaf kepada para penumpang," ujar Edward Sirait, Direktur Umum Lion Air.


Reporter: Wem Fernandez
Editor: Arief Prasetyo

Wem Fernandez
22-11-2015 21:36