Main Menu

Buku ''Teologi Abraham'' Jadi Referensi Penyebaran Ajaran Moshaddeq

Iwan Sutiawan
22-01-2016 12:00

Mantan anggota Gafatar Di Kalimantan Barat (ANTARA/Jessica Helena Wuysang)

Jakarta, GATRAnews - Buku berjudul "Teologi Abraham Membangun Kesatuan Iman Yahudi, Kristen, dan Islam" merupakan salah satu referensi untuk mendokrin para anggota dan pengurus Gerakan Fajar Nusantara (Gafatar) serta menyebarkan dan menjalankan paham menyimpang Ahmad Moshaddeq.

"Kalau kita lacak dari referensi yang ada sekarang, ada satu buku yang dikarang oleh Mahful Muis," kata Utang Ranu Wijaya, Ketua Komisi Pengkajian dan Penelitian Majelis Ulama Indonesia (MUI), di Jakarta, Kamis (21/1).

Buku di atas merupakan karya Ketua Umum (Ketum) Gafatar, Mahful Muis Tumanurung. Namun di buku itu, Mahful menggunakan nama baiat, yakni Mahful M Hawary.

"Dia mengarang buku kesatuan antara Islam, Yahudi, dan Nasrani. Jadi pantas lebih mudah kita melacak dari situ, bahwa betul seperti apa, kata orang metamorfosis dari Al Qiyadah Al Islamiyah," ujar Utang.

Pernyataan itu senada dengan keterangan pengamat aliran sesat, Amin, yang mengatakan, amarah pengurus DPD Gafatar Jawa Barat seketika mereda ketika diperlihatkan buku karangan Ketum Gafatar itu.

"Saya ambil bukunya. 'Ini buku tulisan Ketum ente. Ini misi Yahudi internasional. Ini buku ente semua, sesat semua', saya bilang," kata Amin menuturkan.

Selain itu, pengurus DPP Gafatar juga berusaha 'mencuri' hati dan simpati Amin. "Akhirnya baikin kita, 'Pak Amin ini orang tua kita tempat kita bertanya, orang tua kita, orang tua kita'," katanya.

Pengurus DPD Gafatar Jawa Barat itu mendatangi kantor Amin untuk membantah setelah Amin menyebut Gafatar merupakan pecahan dari Negara Islam Indonesia (NII) di salah satu media.


Reporter: Iwan Sutiawan
Editor: Tian Arief

Iwan Sutiawan
22-01-2016 12:00