Main Menu

Tertunda 6 Tahun, SBY Akhirnya Raih Doktor Kehormatan ITB

Dani Hamdani
25-01-2016 11:41

Mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (ANTARA FOTO/Nova Wahyudi)

Bandung, GATRANews - Presiden Ke-6 Republik Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) pagi ini, Senin (25/01/2016) hadir di Aula Barat Kampus ITB Kota Bandung, Senin, untuk menyampaikan Pidato Ilmiah penganugerahan Doktor Kehormatan dari Institut Teknologi Bandung (ITB). Ini adalah penyerahan anugerah yang tertunda sekitar 6 tahun, karena anugerah mau diserahkan pada tahun 2009, saat menjabat sebagai presiden.

 

"Hal ini (penganugerahan Doktor Kehormatan) membebaskan saya dan ITB dari komentar miring dan cemoohan di balik penganugerahan ini menganggap ada agenda politik tertentu," kata Susilo Bambang Yudhoyono, sebelum menyampaikan pidato ilmiahnya, di Aula Barat.

 

SBY mengaku bangga dan lega atas penganugerahan gelar Doktor Kehormatan dari Institut Teknologi Bandung (ITB) diraihnya setelah ia tidak menjabat sebagai Presiden RI.

 

Ia mengatakan jika penganugerahan tersebut dilakukan saat dirinya menjabat sebagai Presiden RI maka niat baik dari perguruan tinggi tersebut sering dicurigai oleh pihak-pihak tertentu.

 

"Namun dengan keadaan saya saat ini (tidak menjabat sebagai presiden) lembaga ini terhindar dari buruk sangka. Dan hingga saat ini tidak mudah untuk menemukan obat mujarab untuk buruk sangka dan berpikir negatif," ujar SBY seperti dilaporkan Antara.

 

Pada Sidang Terbuka ITB tersebut, SBY menyampaikan orasi ilmiah bertajuk "Kontribusi Sains dan Teknologi Terhadap Green Economy dan Pembangunan Berkelanjutan".

 

Wakil Rektor Bidang Administrasi Umum, Alumni, dan Komunikasi ITB Dr Miming Miharja mengatakan penganugerahan gelar doktor kehormatan kepada SBY merupakan bentuk penghargaan ITB atas kontribusinya dalam bidang ilmu pengetahuan dan perubahan cara berpikir ke arah pembangunan berkelanjutan.

 

"Kita tahu bahwa jasa-jasa dan kontribusi Pak SBY baik selama masa kepemimpinannya sebagai Presiden sampai sekarang masih bisa dirasakan. Walaupun sudah tidak Presiden RI tapi kiprahnya baik di dalam dan luar negeri masih banyak," kata dia.


Editor: Dani Hamdani 

Dani Hamdani
25-01-2016 11:41