Main Menu

Penyandang Tuna Netra di Indonesia Masih Minim Perhatian Pemerintah

Wanto
27-01-2016 19:06

Para pengurus teras Pertuni saat kampanye "Parade Tongkat Putih" di daerah (GATRAnews/Wanto)

Solo, GATRAnews - Tidak bisa dipungkiri hingga saat ini penyandang tuna netra di Indonesia sebagian besar masih hidup dibawah garis kemiskinan. Oleh karena itu Persatuan Tuna Netra Indonesia (Pertuni) berharap pemerintah pusat maupun daerah segera mengambil tindakan akan hal tersebut. Tercatat, dari total 3,75 juta para penyandang tunanetra di Indonesia, rata-rata mereka masih hidup prasejahtera.

Hal itu terjadi lantaran mereka masih minim mendapatkan pendidikan yang layak baik dilevel sekolah maupun perguruan tinggi. “Selama ini tunanetra kerap kali dipandang sebagai objek belas kasihan. Kami mendorong pemerintah agar mengubah paradigma itu. Tunanetra harus menjadi subjek yang harus diberdayakan agar mereka mandiri dari berbagai sisi,”ungkap Ketua Umum Pertuni, Aria Indriawati, (27/1), di Solo.

Dari data yang diperolehnya, Aria menjelaskan, 40% dari 3,75 juta penyandang tunanetra di Indonesia adalah anak-anak usia sekolah. Mereka rata-rata adalah anak putus sekolah atau sama sekali tak mengenyam pendidikan lantaran keterbatasan akses.

“Mereka tak bisa sekolah karena jauh, tak ada biaya, dan ingin sekolah di SD terdekat tak diterima dengan alasan tak ada guru khusus. Lantas, bagaimana mereka bisa mandiri jika akses sekolah saja tak disediakan,” tambahnya.

Untuk itu, memasuki usianya yang ke 50 tahun, Pertuni mempunyai moto Ayo Sekolah yang diperkenalkan lewat Parade Tongkat Putih yang digelar dibeberapa kota besar di Indonesia.

Parade Tongkat Putih adalah sebentuk aksi jalan kaki seribuan tunanetra dari berbagai daerah untuk mengelilingi kota-kota besar mulai dari Surabaya-Tuban-Semarang-Solo-Jogja-Purwokerto-Garut-Bandung-Jakarta. “Tongkat putih adalah identitas kami, pengganti penglihatan kami, sekaligus simbol kemandirian kami,” katanya.


Reporter: Wanto

Editor: Nur Hidayat 


Klik www.gatra.com/telkomsel untuk daftar online kartuHalo Telkomsel tanpa harus datang ke kantor GraPARI

Wanto
27-01-2016 19:06