Main Menu

Bangun Desa Tertinggal, Menteri Marwan Gandeng Selandia Baru

didi
01-02-2016 17:18

Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi Marwan Jafar (GATRAnews/Adi Wijaya)

Jakarta, GATRAnews - Gerakan Desa Membangun Indonesia yang digalakkan Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Kemdes PDTT) dijalankan dengan berbagai cara. Salah satunya dengan mengandeng pihak asing, termasuk Selandia Baru.

Menteri Desa, Pembangunan  Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Mendesa) Marwan Jafar mengatakan, kerja sama dengan Selandia Baru akan menelorkan proyek langsung ke desa, khususnya ke desa-desa tertinggal yang butuh penanganan ekstra.

“33.592 desa (46%) desa di Indonesia masuk kategori tertinggal dan 13.453 desa (16%) masuk kategori sangat tertinggal. Ini butuh intervensi khusus sehingga saya berharap Selandia Baru bisa membantu dengan program yang implementatif untuk desa,” ujar Menteri Marwan, dalam keterangan tertulis, di Jakarta, Senin (1/2).

Hal itu dikatakannya saat bertemu dengan Dubes Selandia Baru untuk Indonesia, Trevor Matheson, di kantor Kementerian Desa PDTT, Jakarta. Ia menilai, desa-desa di Selandia Baru sudah sangat maju. Karena itu, sudah selayaknya dapat membantu Indonesia yang sedang fokus menjadikan desa sebagai pondasi pembangunan nasional.

“Selandia Baru punya pengalaman panjang soal pembangunan desa dan ini bisa dilakukan juga di Indonesia. kerja sama ini harus segera ditindaklanjuti dengan aksi nyata,” imbuh Menteri Marwan.

Dubes Selandia Baru Trevor Matheson menyatakan siap menjalankan langkah-langkah kongkrit yang fokus untuk membantu Indonesia, khususnya dalam mengembangkan kawasan perdesaan. Dia juga mengharapkan ada studi banding antara sistem pembangunan desa di kedua negara, agar kerja sama program yang dijalankan bisa berjalan efektif dan tepat sasaran.

“Kami sangat berharap bapak menteri dapat berkunjung langsung untuk melihat desa-desa kami. Dari sana akan kelihatan poin-poin positif untuk dikembangkan bersama-sama,” ucap Matheson.


Reporter: Didi Kurniawan
Editor: Tian Arief

didi
01-02-2016 17:18