Main Menu

Mendagri, Ahok; Mulutmu Harimaumu

Wem Fernandez
15-04-2016 15:34

Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo (Antara/Akbar Nugroho Gumay/yus4)

Jakarta, GATRAnews - Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo angkat bicara terkait polemik yang sering dimunculkan oleh Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok. Dalam beberapa kesempatan, Ahok sering terlibat 'adu mulut' dengan beberapa lembaga negara. 

 

Menurut Tjahjo, sebagai Kepala Daerah, hendaknya Ahok harus membangun kemitraan dengan semua lembaga. "Sebagai kepala daerah baik yang menjabat di daerah atau pusat mulai dari presiden sampai kepala desa harus membangun kemitraan, sinergisitas. Apa yang bisa duduk dibicarakan ya dibicarakan," jelasnya saat ditemui Wartawan di Kompleks Parlemen DPR RI, Jumat, (15/4). 

 

Dia menambahkan, komunikasi ini penting untuk membangun kemitraan yang strategis. Tidak hanya terbatas pada rapat-rapat resmi, melainkan bisa melalui personil via BBM, sms atau dengan menelpon. 

 

"Kalau tidak membangun komunikasi  ya implikasinya bisa banyak," tegas dia. 

 

Perseteruan kepala daerah dengan lembaga negara, sambung politisi PDI Perjuangan ini, sangat tidak elok jika dipertontonkan kepada masyarakat. "Ya seperti pepatah bilang mulutmu, harimaumu," tutupnya.

 

Kemarin Ahok sesumbar mampu menjadi Menteri Dalam Negeri yang lebih baik dari yang ada saat ini. ‎Ahok merasa pembangunan banyak di Jakarta dan daerah lainnya terhambat karena peraturan menyeleneh.


Aturan yang dinilai Ahok menghambat adalah ‎Permendagri Nomor 21/2011‎ tentang‎ Perubahan Kedua Atas Permendagri Nomor 13/2006 tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah. Pasal 54A poin 6 mengatakan jangka waktu penganggaran kegiatan tahun jamak sebagaimana dimaksud pada ayat (3) tidak melampaui akhir tahun masa jabatan Kepala Daerah berakhir.


Reporter: Wem Fernandez 

Editor: Dani Hamdani 

Wem Fernandez
15-04-2016 15:34