Main Menu

Menlu: Pembebasan 10 WNI Hasil Diplomasi Total

Ervan
02-05-2016 10:10

Sejumlah anak buah kapal WNI yang menjadi korban sandera kelompok militan Abu Sayyaf (ANTARA/Agung Rajasa/HR02)

Jakarta, GATRAnews - Menteri Luar Negeri, Retno Marsudi, dalam keterangan pers di Istana Bogor, Minggu (1/5) menyatakan bahwa upaya pembebasan 10 WNI yang disandera kelompok Abu Sayyaf melibatkan banyak pihak, tidak hanya pemerintah ke pemerintah, tapi juga jaringan-jaringan informal lainnya.

 

"Upaya pembebasan ini melibatkan banyak pihak, semua anak bangsa. Oleh karena itu kita sampaikan bahwa ini adalah diplomasi total yang tidak saja hanya terfokus pada diplomasi government to government, tapi juga melibatkan jaringan-jaringan informal yang semuanya dibuka untuk satu tujuan," terang Retno.

 

Panglima TNI, Gatot Nurmantyo, kemudian menambahkan bahwa fokus utama dari operasi pembebasan ini ialah keselamatan para sandera. Dalam usaha pembebasan para sandera, TNI juga melakukan operasi intelijen di bawah koordinasi dari Kementerian Luar Negeri.

 

"Bapak Presiden mengutamakan keselamatan para sandera, ini adalah kata kuncinya. Kemudian apa yang dikatakan oleh Ibu Menlu, ini adalah diplomasi total, formal dan informal. Di dalamnya ada TNI yang melakukan operasi intelijen di bawah koordinasi Kementerian Luar Negeri," tambahnya.

 

Menutup keterangan pers terkait pembebasan WNI ini, Panglima TNI memohon doa seluruh masyarakat Indonesia agar dapat membebaskan pula ke-4 WNI lainnya yang kini masih disandera. Beliau juga menegaskan akan kembali menggunakan upaya diplomasi total untuk membebaskan para sandera.

 

"Dan saya mohon doa agar tidak lama lagi yang empat bisa kita bebaskan dengan selamat. Kembali lagi melakukan diplomasi total," tuturnya.


Reporter: Ervan Bayu

Editor: Dani Hamdani  

 

 

Ervan
02-05-2016 10:10