Main Menu

Presiden Buka Konvensi Nasional Indonesia Berkemajuan di Yogya

Ervan
23-05-2016 16:54

Jakarta, GATRAnews - Bertempat di Sportorium Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, Senin (23/5) Presiden Joko Widodo dan Ketua MPR Zulkifli Hasan menghadiri Pembukaan Konvensi Nasional Indonesia Berkemajuan.

 

Indonesia Berkemajuan merupakan sebuah cita-cita yang dijadikan semangat bagi Muhammadiyah untuk diwujudkan dalam kehidupan bangsa dan negara.

 

Gubernur Yogyakarta Sultan Hamengkubuwono X dalam sambutan mengucapkan selamat datang pada presiden yang sudi membuka acara konvensi nasional. Menurut Sultan, pesan kemajuan adalah sesuai dengan pesan KH. Ahmad Dahlan. Pesan yang terucap satu abad yang lalu mengandung  makna yang besar,  tak hanya buat warga Muhammadiyah tapi buat semua. 

 

Kehadiran presiden disebut bermakna. "semoga konvensi dapat menjadi pemantik perubahan mental bagi semua," ujarnya.

 

Ketua Muhammadiyah Haedar Nashir mengucapkan terima kasih pada presiden di tengah kesibukan sudi hadir di tengah warga Muhammadiyah. "sesuatu yang membahagiakan kami," katanya.

 

Acara yang digagas menurutnya sebuah kesungguhan untuk meletakkan indonesia sebagai pusat kemajuan dunia. Indonesia disebut lahir dengan syarat dinamika. Indonesia adalah anugerah Allah yang patut disyukuri anak negeri.

 

Dalam kesempatan itu Presiden Joko Widodo mengatakan; "kita ini selalu terjebak dalam membesarkan masalah dan tidak produktif, gampang mencemooh, dan gampang mengeluh." Tantangan seperti, lanjut Presiden, harus kita selesaikan. Indonesia, lanjutnya, saat ini berada di urutan keempat dalam soal daya saing di Asean.

 

Presiden menyatakan Kita harus  berani melaksanakan perombakan baik dalam birokrasi dan aturan. "Ada 3000 perda bermasalah, hal-hal seperti itu harus kita potong sehingga menjadi cepat karena kita berkompetisi dengan bangsa lain yang telah mendahului kita," ujar Presiden.

 

"Ada 3 hal bila kita ingin mengejar bangsa lain, yakni mempercepat pembangunan infrastruktur, deregulasi aturan, dan pembangunan sumber daya alam," kata Presiden.


Reporter: Ervan Bayu

Editor: Dani Hamdani 

Ervan
23-05-2016 16:54