Main Menu

Jokowi Diharapkan Buka APRM ILO di Bali

Edward Luhukay
11-06-2016 17:59

Jenewa, GATRAnews - Presiden Joko Widodo (Jokowi) diharapkan dapat membuka secara resmi Asia Pacific Regional Meeting International Labour Organization (APRM - ILO), yang menurut rencana bakal digelar di Bali pada 6-9 Desember 2016. Selain membuka, Presiden Jokowi juga diharapkan bersedia untuk menjadi pembicara kunci dengan topik Pekerjaan yang layak di masa depan.

Hal tersebut tercetus saat sidang ILO pada Jum`at (10/6) di Jenewa, Swiss, yang disampaikan kepada publik oleh Direktur Regional ILO - Asia Pacific Group (ASPAG) Tomoko Nishimoto. Pada sidang tersebut juga ditetapkan Menteri Ketenagakerjaan M Hanif Dhakiri sebagai ketua atau chair person

Selain itu, juga digelar pertemuan harian ASPAG dipimpin koordinator ASPAG 2016, DR Visnu, asal India. Agenda pertemuan ASPAG kali ini membahas dua agenda, yakni berbagai kasus penting perburuhan yang pembahasannya mengalami penundaan di Committee of Application Standard (CAS). Kedua, persiapan APRM di Bali.

Menurut rencana, pertemuan APRM - ILO di Bali nanti bakal digelar sesi khusus pembahasan perekrutan yang aman dan transparan pada sistem migrasi, serta peningkatan keterampilan bagi para pekerja, untuk masa depan yang lebih baik.

Sejumlah panelis yang hadir terdiri dari sejumlah pakar asal Abu Dhabi Dialoque, Colombo Process, serta Global Forum on Migration Development. Partisipasi  panelis wanita sangat diharapkan dalam pertemuan tersebut.

APRM - ILO 2016 di Bali bertujuan untuk menghasilkan Deklarasi Bali atau Bali Declaration yang bersifat non-binding alias tidak mengikat, di antara para peserta APRM yang terkait. Dengan impelementasi, future decent work, serta kaitannya dengan SDG.

Draf Deklarasi Bali akan dibahas dalam pertemuan ILO Governing Body pada November 2016 di Jenewa.



Editor: Edward Luhukay

Edward Luhukay
11-06-2016 17:59