Main Menu

Menaker Buka Puasa dengan Warga Indonesia di Belanda

Edward Luhukay
12-06-2016 09:09

Den Haag, GATRAnews - Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) M Hanif Dhakiri melakukan pertemuan dengan Para Tenaga kerja skill dan Profesional Indonesia Serta masyarakat peduli pekerja migran yang tergabung dalam Diaspora Indonesia Network. Pertemuan Jum`at (10/06) malam waktu setempat atau Sabtu (11/6) pagi WIB di Kantor Kedutaan Besar (Kedubes) Indonesia di Den Haag itu, Hanif, didampingi Duta Besar Indonesia (Dubes) untuk Kerajaan Belanda I Gusti Agung Wesaka Puja.

Acara ditutup dengan buka puasa bersama keluarga besar Kedubes dan masyarakat Indonesia yang menetap di Belanda.

Dubes Gusti Puja menyampaikan, jumlah tenaga kerja Indonesia (TKI) di Belanda berjumlah 14 ribu, dan sekitar 1700 di antaranya merupakan profesional pekerja yang sebagian besar researchers atau peneliti. Skill yang mumpuni, menurut Dubes Gusti Puja, diperlukan untuk bekerja di Negeri Belanda.

Hanya saja, lanjtnya, dengan aturan yg begitu ketat di Belanda, masih tetap terjadi permasalahan. Tercatat, sebanyak 460 TKI saat ini dalam proses penyelesaian, dan kedutaan memberi fasilitas untuk mereka kembali ke Tanah Air.

Pada kesempatan dialog dengan para TKI, Hanif menyebutkan, pemerintah tetap memperhatikan pada peningkatan perlindungan bagi para pekerja migran, apapun profesinya. Langkah utama dalam perlindungan bagi pekerja, yakni peningkatan kompetensi melalui pelatihan kerja.

"Pelatihan kerja akan terus ditingkatkan dengan standar kompetensi yang diakui negara dimana pekerja akan bekerja," tutur Hanif, yang juga didampingi Direktur Pengembangan Pasar Kerja Kementerian Ketenagakerjaan Roostiawati.

Presiden Indonesia Diaspora Network Ebed Litaay, yang juga hadir dalam pertemuan tersebut mengatakan, bahwa pihaknya akan terus membantu para pekerja Indonesia yang tersebar di Eropa. Tidak saja para pekerja yang menghadapi masalah, tapi juga meningkat kemampuan para pekerja.

Ebed juga menyambut baik kebijakan pemerintah yang memperkenankan asing berinvestasi di bidang pelatihan. Dengan demikian, menurutnya, pengusaha asing dapat melatih para pekerja Indonesia terlebih dahulu sesuai dengan kebutuhannya.



Editor: Edward Luhuay

Edward Luhukay
12-06-2016 09:09