Main Menu

Mendikbud: Wacana "Full Day School" Masih Dikaji

Ervan
10-08-2016 11:55

Mendikbud akan menerapkan sistem "Full Day School" (ANTARA/Asep Fathulrahman/HR02)

Jakarta, GATRAnews - Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy, menjelaskan seputar wacana penerapan sekolah seharian penuh (full day school) yang menjadi kontroversi saat ini masih dikaji.

 

Menurutnya, Presiden Jokowi berpesan bahwa kondisi ideal pendidikan di Indonesia adalah terpenuhinya peserta didik pada jenjang Sekolah Dasar (SD) mendapatkan pendidikan karakter 80 % dan pengetahuan umum 20 %. Sedangkan pada jenjang Sekolah Menengah Pertama (SMP) terpenuhi 60 % pendidikan karakter dan 40 % pengetahuan umum.     

 

”Merujuk arahan Presiden Joko Widodo, kita akan memastikan bahwa memperkuat pendidikan karakter peserta didik menjadi rujukan dalam menentukan sistem belajar mengajar di sekolah,” kata Muhajir dalam keterangan persnya, Rabu (10/8).

 

Mendikbud mengatakan untuk memenuhi pendidikan karakter di sekolah itulah dikaji kemungkinan penerapan sistem belajar mengajar dengan Full Day School.

 

”Full Day School ini tidak berarti peserta didik belajar seharian penuh di sekolah, tetapi memastikan bahwa peserta didik dapat mengikuti kegiatan-kegiatan penanaman pendidikan karakter, seperti mengikuti kegiatan ekstrakurikuler. Saat ini sistem belajar tersebut masih dalam pengkajian lebih mendalam,” ujar Mendikbud.

 

”Kami akan mengkaji masukan-masukan dari masyarakat, termasuk kondisi sosial dan geografis mana saja yang memungkinkan sistem belajar tersebut diterapkan. Misalnya di daerah mana saja yang orangtuanya sibuk, sehingga tidak punya banyak waktu di rumah,” jelas Mendikbud.

 

Lingkungan sekolah, kata Mendikbud, harus memiliki suasana yang menyenangkan. Hal tersebut dapat dilakukan dengan menerapkan pembelajaran formal sampai dengan setengah hari, selanjutnya dapat diisi dengan ekstrakurikuler.

 

”Usai belajar setengah hari hendaknya para peserta didik tidak langsung  pulang kerumah, namun dapat mengikuti kegiatan ekstrakurikuler yang menyenangkan, dan membentuk karakter, kepribadian, serta mengembangkan potensi mereka,” jelas Mendikbud.

 

”Dengan demikian peserta didik dapat terhindar dari pengaruh-pengaruh negatif dan kontra produktif, seperti penyalahguaan narkoba, tawuran, dan sebagainya,” tutur Mendikbud.

 

Penerapan Full Day School juga dapat membantu orangtua dalam membimbing anak tanpa mengurangi hak anak. Para orang tua, tutur Mendikbud, setelah pulang kerja dapat menjemput buah hati mereka di sekolah. Orangtua dapat merasa aman, karena anak-anak mereka tetap berada di bawah bimbingan guru selama mereka di tempat kerja.

 

”Peran orang tua juga tetap penting. Di hari Sabtu dapat menjadi waktu keluarga, dengan begitu komunikasi antara orangtua dan anak tetap terjaga, dan ikatan emosional juga tetap terjaga,” ucap Mendikbud.


Reporter: Ervan Bayu

Editor: Dani Hamdani 

 

 

Ervan
10-08-2016 11:55