Main Menu

Siswa Madrasah Indonesia Juarai Kompetisi Robot Internasional

Tian Arief
15-08-2016 14:48

Syahrozad Zalfa Nadia [Ocha] (GATRAnews/Dok Keluarga)

Jakarta, GATRAnews - Syahrozad Zalfa Nadia (Ocha), 10 tahun, siswa kelas 5 Madrasah Ibtidaiyah (MI) Pembangunan UIN Jakarta, menjuarai Kompetisi Robot Internasional (International Youth Robot Competition/IYRC) 2016, pada 11-14 Agustus di Daejon, Korea Selatan. Di ajang ini, Ocha berhasil menyabet berbagai predikat yang membanggakan Indonesia.

Predikat yang berhasil diraih putri dari M Sidik Sisdiyanto ini, meliputi Gold Medal Coding Mission, Exelent Award Steam Mission, Exelent Award Creatif Design A, serta Bronze Medal Creatif Design B.

Keberhasilan Ocha ini diawali serangkaian keberhasilan lainnya bersama sang adik, Avicenna Roghid Putra Sidik (Ave), yang bersekolah di Kelompok B Madrasah Pembangunan UIN Jakarta. Bersama Ave yang berusia 6 tahun, kedua kakak beradik itu menjuarai Al-Amin Robotic Challenge Asian Robotic Championship (ARC) 2016, yang digelar di Malaysia, 23-24 Juli 2016.

Ave dan Ocha pada event Ayro di Singapura (GATRAnews/Dok Keluarga)

Penghargaan yang berhasil diraih dalam kejuaraan tersebut, antara lain Gold Prize kategori Super Maze Solving, Bronze Medal kategori robot kreatif, dan Special Award kategori Brick Speed.

Ocha saat itu membentuk tim bersama Ave, dalam sebuah proyek robot kreatif. Proyek robot kreatif yang dibawa tim ini adalah Crane Otomatis Control Remote. Robot ini disimulasikan mampu memindahkan barang atau benda besar yang tidak bisa diangkat manusia.

Selain itu, robot ini juga dapat mempercepat pekerjaan dalam memindahkan barang dan mampu mengurangi kecelakaan kerja. Semuanya terkontrol secara jarak jauh (remote).

Kakak beradik ini juga menorehkan prestasi pada ajang International Youth Robotic Competition (IYRC) zona Indonesia, yang digelar pada 5 Juni lalu di Jakarta, dan Asian Youth Robotic Olympiad (AYRO) 2016 yang digelar di Singapura.

Ave dan Ocha pada event Ayro di Singapura (GATRAnews/Dok Keluarga)

Penghargaan yang berhasil mereka raih, meliputi Gold prize kategori brick speed, Gold Prize kategori soccer robotic, Silver medal kategori Maze Solving, dan Bronze Medals kategori Aerial robotic Instagram.

Bagaimana cara orangtua Ocha dan Ave mengajari mereka hingga berhasil meraih prestasi yang begitu membanggakan negeri ini? Sidik mengungkapkan, dirinya sama sekali tidak pernah memaksakan keduanya untuk belajar. "Tidak ada paksaan dalam belajar," ujar Sidik kepada GATRAnews, di Jakarta, Minggu (14/8).

Selain itu, Sidik mengungkapkan, mereka juga diajari disiplin dan menghargai waktu. Dan terpenting, tambahnya, tanamkan dalam diri anak bahwa tidak ada keberhasilan tanpa usaha dan doa.


Editor: Tian Arief

Tian Arief
15-08-2016 14:48