Main Menu

Soelistyo: Ubah Nama ''Basarnas'' Perlu Diskusi Lebih Mendalam

Tian Arief
26-08-2016 05:38

Kepala Basarnas Marsekal Madya TNI FH Bambang Soelistyo (ANTARA/Sigid Kurniawan/HR02)

Bandung, GATRAnews - Kepala Badan SAR Nasional (Basarnas) Marsekal Madya TNI FH Bambang Soelistyo menyatakan, usulan Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri untuk mengganti nama Basarnas, dengan alasan merupakan kata campuran (Indonesia-Inggris), harus didiskusikan karena selama ini nama itu sudah dikenal masyarakat.

"Basarnas itu sudah melekat di masyarakat. Kalau kita berubah perlu waktu lagi," kata Soelistyo, usai pembukaan Rapat Koordinasi dan Pelatihan Potensi SAR 2016, di Kota Bandung, Jawa Barat, Kamis (25/8).

Ia mengaku tidak mau terlalu jauh berkomentar mengenai usulan mantan presiden RI itu, karena memandang kata "Basarnas", yang terdiri dari "badan" dan "SAR (Search and Rescue)" serta "nasional", merupakan campuran antara kata Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris.

Menurut dia, usulan penggantian nama itu perlu didiskusikan lebih dalam kemudian mengkaji mana yang lebih menguntungkan. "Nanti ke depan kita diskusikan mana yang lebih menguntungkan," tuturnya, seperti dikutip Antara.

Jika penggantian nama Basarnas sudah diputuskan, Soelistyo menyatakan akan menerima putusan tersebut. Ia menegaskan, prinsip Basarnas tetap melaksanakan tugas memberikan pertolongan bagi masyarakat sesuai Undang-undang Dasar Nomor 29 Tahun 2014 tentang Pencarian dan Pertolongan.

"Kalau sudah diputuskan tidak ada jalan lain," ucapnya.


Editor: Tian Arief
 

Tian Arief
26-08-2016 05:38