Main Menu

Kemendikbud Jamin Tunjangan Profesi Guru Tidak Dipangkas

Fahrio Rizaldi A.
27-08-2016 11:52

Ilustrasi (GATRAnews/Abduracman/AR7)

Jakarta, GATRAnews - Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) memastikan pengurangan anggaran Tunjangan Profesi Guru (TPG) Pegawai Negeri Sipil Daerah (PNSD) tidak mempengaruhi jatah tunjangan profesi yang semestinya diterima.

 

Pengurangan ini ditujukan untuk alokasi dana yang berpotensi tidak terserap di tahun 2016. "TPG PNSD tahun 2016 tetap dijamin akan dibayarkan sesuai dengan ketentuan perundang-undangan," kata Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (Dirjen GTK) Sumarna Surapranata, di kantor Kemendikbud, Jakarta, Jumat (26/08).

 

Menurut Pranata, pengurangan anggaran Rp. 23,3 Triliun seperti disampaikan Menteri Keuangan tidak akan mengurangi hak guru penerima TPG, namun hanya mengurangi alokasi dana yang berpotensi tidak akan terserap.

 

Pengurangan anggaran itu, kata Pranata, merupakan usulan Kemendikbud yang disampaikan oleh Sekretaris Jenderal melalui surat nomor 33130/A.A1.1/PR/2016 kepada Direktur Jenderal Perimbangan Keuangan Kementerian Keuangan (Kemenkeu) tentang Permohonan Penghentian Penyaluran Tunjangan Profesi Guru dan Tambahan Penghasilan Guru Tahun Anggaran 2016 bagi sebagian daerah.

 

"Surat itu disampaikan ke Kemenkeu berdasarkan hasil pembahasan pada bulan Mei lalu antara Kemendikbud, Kemenkeu, dan Pemda. Jumlah guru PNSD yang menerima SK Tunjangan Profesi sesuai dengan persyaratan peraturan perundang-undangan sekitar 90%, sehingga ada kemungkinan dana tidak akan terserap," ungkap Pranata.

 

Lebih lanjut Pranata menjelaskan beberapa penyebab pengurangan anggaran, antara lain guru pemilik sertifikat profesi yang telah pensiun, mutasi, promosi, tidak dapat memenuhi beban mengajar 24 jam, dan tidak linier dengan sertifikat pendidiknya.

 

Untuk pembayaran TPG PNSD termin ketiga tahun 2016 (Juli sampai dengan September) akan dibayarkan sekitar bulan Oktober oleh Pemda. "Tunjangan profesi dan insentif bagi guru non PNS aman. Pembayarannya akan dilakukan oleh Ditjen GTK ke rekening masing-masing guru sesuai dengan ketentuan," tandasnya.


Reporter: Rizaldi Abror

Editor: Dani Hamdani 

Fahrio Rizaldi A.
27-08-2016 11:52