Main Menu

Wapres JK: ASN Harus Jadi Perekat Nasional, Tidak Terkotak Daerah

Purnawan Setyo Adi
05-09-2016 21:43

Wapres Jusuf Kalla mendapatkan Doktor Honoris Causa di Universitas Andalas Padang Sumbar (ANTARA/Iggoy el Fitra/HR02)

Padang, GATRAnews - Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) dalam sambutannya saat mendapat gelar Doktor Honoris Causa di Universitas Andalas Padang Sumatera Barat, Senin (5/9), minta Aparatur Sipil Negara (ASN) kembali menjadi perekat nasional. Hal ini dikarenakan masih terkotaknya ASN sesuai tempat bertugas.

"Salah satu aspek yang harus kita segera benahi setelah 15 tahun kita mempraktekan otonomi daerah yaitu ASN terkotak pada daerah dimana mereka bertugas," Kata JK saat pidato penerimaan Doktor Kehormatan bidang Hukum Pemerintahan Daerah dan Konferensi Nasional Hukum Tata Negara, Senin (5/9).

Acara ini dihadiri Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Asman Abnur selaku pemangku utama kebijakan Aparatur Negara. Menurut Menteri Asman, pernyataan Wapres RI harus dijadikan pedoman dalam penerapan kebijakan tentang aparatur negara yang profesional dan berintegritas. Setiap ASN harus memiliki kesempatan dan penempatan yang sama dalam penugasannya karena pada hakikatnya aparatur negara bekerja untuk negara, dan bisa fleksibel bekerja di instansi Pemerintah di mana saja, bukan milik satu instansi tertentu.

Selanjutnya, dikatakan oleh Wapres, para ASN bisa memulai bertugas dalam sebuah Kabupaten, kemudian pensiun di tempat yang sama juga, dengan demikian ASN dapat kembali menjadi perekat nasional. Untuk itu, ke depan, pihaknya akan mengatur ASN eselon I dan II menjadi ASN nasional yang dapat ditempatkan di mana saja dalam rangka peningkatan otonomi daerah.

Wapres berpendapat, sukses tidaknya otonomi daerah sangat ditentukan kualitas sumber daya manusia, perencanaan yang baik, pelaksanaan dan kontrol yang baik, serta adanya standarisasi nasional. Standar nasional tersebut dapat membingkai seluruh masyarakat sebagai bangsa yang bersatu.


Reporter: Purnawan Setyo Adi

Editor: ASK

Purnawan Setyo Adi
05-09-2016 21:43