Main Menu

Hari Demokrasi Internasional, Fadli Zon: Demokrasi di Indonesia Belum Substansial

Ervan
15-09-2016 10:28

Ilustrasi (GATRA/Dharma Wijayanto/AR7)

Jakarta, GATRAnews - Hari ini diperingati sebagai Hari Demokrasi Internasional. Wakil Ketua DPR RI Fadli Zon menyatakan bahwa banyak pihak yang melihat Indonesia sebagai salah satu negara demokrasi terbesar di dunia. Bahkan, lanjutnya, Indonesia bahkan banyak dijadikan rujukan sebagai negara dimana demokrasi dan Islam dapat tumbuh secara harmonis. 

 

"Sejak 1998, walaupun memiliki banyak tantangan, Indonesia dapat dikatakan telah berhasil melakukan konsolidasi demokrasi. Indonesia telah menerapkan pemilu presiden dan legislatif secara langsung, penghargaan pada hak asasi manusia, pembentukan lembaga pemberantasan korupsi, serta pelaksanaan pilkada serentak yang baru saja dilaksanakan di 269 daerah secara tertib dan aman," katanya lewat pesan singkat, Kamis (15/9).

 

Namun jika dilihat lebih dalam, lanjut Waketum Partai Gerindra ini, perkembangan demokrasi di Indonesia dapat dikatakan masih sebatas prosedural. Belum substansial, dan masih dihadapkan pada tantangan agenda kesejahteraan yang besar. 

 

Hal ini tergambar dari masih tingginya kesenjangan atau gap kesejahteraan di tengah masyarakat Indonesia. Koefisien Gini Indonesia saat ini 0.41. Sehingga meski pertumbuhan ekonomi meningkat, tapi manfaat dari pertumbuhan ini lebih dinikmati oleh 20% masyarakat terkaya.

 

"Sekitar 80 % penduduk atau lebih dari 205 juta orang rawan merasa tertinggal. Tidak ada pemerataan pembangunan yang pada akhirnya memunculkan kesenjangan," sambungnya.

 

Fadli Zon juga menegaskan bahwa demokrasi Indonesia bukanlah demokrasi liberal sebagaimana negara negara barat mengembangkannya. "Demokrasi kita adalah demokrasi Pancasila. Yang mencakup demokrasi politik, demokrasi ekonomi, dan demokrasi sosial. Problemnya, yang saat ini berkembang hanyalah demokrasi politik. Sehingga demokrasi yang kita jalani belum diiringi pembangunan demokrasi ekonomi dengan prinsip keadilan sosial," ucapnya.

 

Demokrasi di setiap negara harus dibangun dengan memperhatikan konteks, berdasarkan budaya dan sejarahnya. "Karena Democracy is not one size-fit all solution," ujar Fadli Zon.


Reporter: Ervan Bayu

Editor: Dani Hamdani  

 

Ervan
15-09-2016 10:28