Main Menu

YLKI Sesalkan Pembubaran Lembaga Pengendalian Zoonosis

Umaya Khusniah
12-10-2016 16:40

Logo YLKI (Dok.GATRAnews/AR7)

Jakarta, GATRAnews – Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) sesalkan keputusan pemerintah membubarkan lembaga Komisi Nasional Pengendalian Zoonosis. Menurut Ketua YLKI Tulus Abadi, pembubaran tersebut akan memicu penularan penyakit yang ditularkan oleh zoonosis makin tidak tertangani, dan bisa semakin meluas.

 

 

Ia berpendapat, komisi ini masih sangat diperlukan. Alasan pertama, lantaran masih maraknya penyakit yang ditularkan melalui hewan (zoonosis), seperti rabies, anthrax, malaria dan zika. Lalu kedua, komisi ini juga berfungsi sebagai lembaga yang mengkoordinasikan semua instansi terkait. Mengingat zoonosis adalah masalah lintas sektor (Kemenkes, Kementan dan Pemda). "Alasan ketiga yakni, tidak semua pemerintahan kota/kabupaten sudah memiliki dokter hewan atau veteriner," katanya kepada GATRAnews melalui pesan singkat, Kamis (22/9).

 

Menurut UU No. 18/2009 jo. UU No. 41/2014 tentang Peternakan dan Kesehatan Hewan, pemerintah diamanatkan untuk membentuk otoritas veteriner. “Sambil menunggu proses pembentukan otoritas veteriner tersebut, sebaiknya Komisi Nasional Pengendalian Zoonosis tetap dipertahankan,” kata Tulus.

 

Sebelumnya, Presiden Jokowi sudah membubarkan sembilan lembaga nonstruktural. Alasannya fungsi lembaga tersebut sudah ada atau terjadi tumpang tindih dengan kementerian atau lembaga yang sudah ada.

 

Lembaga yang dibubarkan adalah Badan Benih Nasional, Badan Pengendalian Bimbingan Massal, Dewan Pemantapan Ketahanan Ekonomi dan Keuangan, Komite Pengarah Pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus di Pulau Batam Pulau Bintan dan Pulau Karimun. Juga ada Tim Nasional Pembakuan Nama Rupabumi, Dewan Kelautan Indonesia, dan Dewan Nasional Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas juga Badan Koordinasi Penataan Ruang Nasional dan tentu saja Komisi Nasional Pengendalian Zoonosis. 


 

Reporter : Umaya Khusniah

Editor : Gandhi Achmad

Umaya Khusniah
12-10-2016 16:40