Main Menu

Manfaatkan Teknologi, Pertuni Kembangkan Keterampilan Wirausaha Tunanetra

Nur Hidayat
11-10-2016 09:25

Ilustrasi (GATRA/Dharma Wijayanto/AR7)

Mataram, GATRAnews -  DPP Pertuni Persatuan Tunanetra Indonesia (Pertuni) menilai, tunanetra wajib menguasai keterampilan dalam bidang teknologi komputer dan internet guna menunjang kemandirian hidup mereka, termasuk dalam kegiatan wirausaha. Untuk mewujudkan hal tersebut, maka Pertuni berinisiatif menyelenggarakan  Pelatihan Kewirausahaan dengan Memanfaatkan Teknologi Komputer untuk Tunanetra. Pelatihan telah diselenggarakan pada tanggal 3-8 Oktober 2016 kemarin di Narmada Convention Hall, Kota Mataram, NusaTenggara Barat (NTB). 

Selama 10 tahun terakhir, Pertuni telah menyelenggarakan serangkaian pelatihan komputer di beberapa kota. Agar dapat menjangkau lebih banyak lagi tunanetra di seluruh Indonesia, maka Pertuni pun berinisiatif untuk terus melanjutkan pelatihan tersebut. Hanya saja untuk kali ini, peserta diberikan materi tentang kewirausahaan, termasuk berwirausaha  dengan memanfaatkan media online. Pemanfaatan media online untuk berwirausaha ini akan dapat mengatasi kesulitan  dan tantangan yang dihadapi tunanetra dalam melakukan mobilitas secara fisik. 

Dengan diselenggarakannya pelatihan kewirausahaan dengan memanfaatkan teknologi komputer, diharapkan  dapat meningkatkan kemampuan tunanetra dalam memanfaatkan dan menggunakan teknologi komputer, termasuk internet dan media sosial. 

Melalui pelatihan ini para peserta dibekali keterampilan untuk merintis dan mengembangkan usaha bersama, sehingga diharapkan dapat membangun dan mengembangkan semangat berwirausaha sebagai pilar penting meningkatkan penghasilan dan kesejahteraan tunanetra pengurus dan anggota Pertuni. “Dengan demikian, membangun jaringan, negosiasi, promosi, perluasan jaringan termasuk pemasaran, dapat dilakukan dengan memanfaatkan media sosial, seperti email, facebook, instagram, blog dan website," jelas Tri Bagio, Ketua III DPP Pertuni sekaligus coordinator pelatihan dalam keterangan tertulisnya. Peserta pelatihan berjumlah 21 orang yang terdiri dari 15 orang pengurus dan anggota Pertuni Daerah NTB, 3 orang pengurus Pertuni Daerah Bali, dan 3 orang pengurus Pertuni Daerah NTT. 

Menurut Tri Bagio, dengan dipilihnya peserta dari kalangan pengurus Pertuni, diharapkan alumni pelatihan dapat menjadi leader dan mentor untuk mendesiminasikan pengetahuan dan ketrampilan yang diperoleh dari pelatihan, dan memiliki inisyatif lebih untuk mengimplementasikannya. Pelatihan berlangsung selama 6 hari. Pada 4 hari pertama, pelatihan  diisi dengan pendalaman keterampilan komputer, kemudian dilanjutkan dengan 2 hari pelatihan kewirausahaan. 

Pendalaman materi komputer terdiri dari Microsoft Word, akses internet, hingga penggunaan media sosial. Sedangkan pada materi kewirausahaan, peserta akan diberikan pemahaman  tentang diversifikasi jenis usaha  yang dapat dilakukan tunanetra secara berkelompok, termasuk berkelompok dengan mereka yang tidak tunanetra. 

Selanjutnya, para tunanetra diajarkan bagaimana memanfaatkan media online untuk mempromosikan produk barang dan jasa yang dijual. Dalam kegiatan kali ini yang bertindak sebagai Instruktur pelatihan komputer adalah  pengurus dan anggota Pertuni. Sedangkan narasumber pelatihan kewirausahaan dari Bank Perkreditan Rakyat (BPR) Nusamba. Agar memudahkan peserta memahami materi, maka pelatihan akan dilakukan dengan beberapa metode, yaitu presentasi teori dari instruktur, diskusi, praktik, serta tugas mandiri dan kelompok. 


Reporter: Wanto
Editor: Nur Hidayat

Nur Hidayat
11-10-2016 09:25