Main Menu

Fadli Zon: Kasus Munir Tak Perlu Dibuka Lagi

Wem Fernandez
13-10-2016 14:55

Wakil Ketua DPR RI Fadli Zon (ANTARA/Yudhi Mahatma/HR02)

Jakarta, GATRAnews - Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) Fadli Zon menilai, kasus pembunuhan aktivis HAM, Munir sebaiknya tidak perlu dibuka. Jika dibuka kembali maka akan menimbulkan ketidakpastian hukum di Indonesia.

 
"Saya melihat setiap kasus, kalau mau dibuka kembali kan berarti kita menambah pekerjaan, Kasus Munir ini bukankah sudah selesai di pengadilan. Kalau misalnya semua perkara yang sudah selesai di pengadilan, kemudian dibuka kembali, apakah ini tidak akan menimbulkan suatu pertanyaan tidak adanya kepastian hukum di Indonesia," tegasnya di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (13/10).
 
Kasus Munir, kata politisi Gerindra ini, telah menyeret tersangka dan telah dipidana. Lain cerita kalau terdapat novum atau alat bukti baru, maka kasus kematian Munir baru bisa dibuka.
 
"Kecuali ada hal-hal baru yang luar biasa sebagain novum, tapi kalau tidak ada hal-hal baru kan sudah close, kalau sudah ada orang yang terdakwa sudah ada yang terpidana. Orang yang dihukum pun sudah keluar gitu, jadi ke sini apa lagi yang mau diangkat?" kata Fadli.
 
Kasus kematian Munir kembali muncul ke publik setelah Kementerian Sekretaris Negara (Kemensesneg) memberikan keterangan, dokumen hasil penyelidikan yang dilakukan oleh Tim Pencari Fakta (TPF) rupanya tidak ada di Mensesneg.


Reporter: Wem Fernandez
Editor: Arief Prasetyo

Wem Fernandez
13-10-2016 14:55