Main Menu

Menerangi Desa Kulati

Andya Dhyaksa
15-11-2016 13:23

Ilustrasi (ANTARA/Umarul Faruq/AR7)

 

Jakarta/GATRAnews. Desa Kulati di Pulau Tomia, Kabupaten Wakatobi, Sulawesi Tenggara mempunyai masalah tersendiri hingga kini. Di desa yang memiliki dive spot bangkai kapal tersebut, ketersediaan listrik belum dapat dirasakan masyarakatnya sepanjang hari. Hanya beberapa jam saja, masyarakat di Kecamatan Tomia Timur, dapat mengakses listrik.

 

 

 

 

Sejauh ini, di desa tersebut memang terdapat pembangkit listrik berbahan diesel. Sayangnya, kemampuan pembangkit tersebut tidak seberapa, hanya bekerja dari sore sampai malam. Padahal, keterbutuhan listrik penting di sana. Sebabnya, di desa tersebut terdapat failitas kesehatan yang mengharuskan adanya ketersedian listrik untuk menyimpan berbagai macam obat. Belum lagi, bila terjadi persalinan di malam hari.

 

 

 

Bukan hanya itu, fasilitas komunitas dan sekolah di daerah sekitar juga belum dielektrifikasi dan ruang kelas masih gelap. “Ini bukan lingkungan yang baik untuk belajar,” kata Mari Takada, Minister Kedutaan Besar Jepang di Indonesia, dalam keterangan pers yang Gatra dapatkan.

 

 

 

Oleh karena itu, Grassroots Jepang, lembaga nir-laba asal negara Sakura, melakukan program untuk mengatasi masalah tersebut dengan membangun proyek listrik bertenaga surya. Proyek tersebut bernama: Proyek Peningkatan Pelayanan Medis dan Lingkungan Pendidikan dengan Elektrifikasi di Kabupaten Wakatobi, Sulawesi Tenggara.

 

 

 

Melalui proyek yang bekerja sama dengan PT Panasonic ini, telah dilaksanakan beberapa kegiatan. Seperti pemasangan fasilitas pembangkit listrik tenaga surya, pendistribusian listrik ke Puskesmas di Desa Kulati, SD dan fasilitas komunitas sekitarnya, serta pelatihan pemeriharaan untuk pengurus operasi.

 

 

 

Dengan adanya kerja sama ini, masyarakat Desa Kulati dan sekitar akan mendapatkan pelayanan medis aman dan memadai. Selain itu, perbaikan lingkungan pendidikan dasar dengan menciptakan suasana belajar mengajar yang lebih baik,” kata Mari dalam acara serah terima fasilitas pembangkit listrik pada Senin lalu. Proyek ini, setidaknya menghabiskan anggaran hingga Rp 1,17 milyar.

 

 

 

Penulis Andya Dhyaksa

 

Andya Dhyaksa
15-11-2016 13:23