Main Menu

BNN Gandeng Anak Muda Buat Aplikasi Cegah Narkotika

Iwan Sutiawan
14-12-2016 02:33

Ilustrasi (GATRAnews/Adi Wijaya/AR7)

Jakarta, GATRAnews - Badan Narkotika Nasional (BNN) terus berupaya mencegah penyalahgunaan narkotika, di antaranya bekerja sama dengan anak-anak muda untuk membuat aplikasi teknologi informasi bernama "Rehab Plus Apps". Deputi Rehabilitasi BNN Diah Setia Utami mengatakan, aplikasi yang akan diluncurkan ini untuk menurunkan prevalensi jumlah pengguna narkotika di Tanah Air.

"Mengembalikan mereka menjadi bagian masyarakat Indonesia agar pulih dan diterima masyarakat," katanya, dalam keterangan tertulis yang diterima GATRAnews di Jakarta, Rabu (13/12). Ia menambahkan, aplikasi ini juga dibutuhkan para pecandu narkotika yang ingin sembuh dan kembali bekerja produktif.

Melalui aplikasi ini, tutur Diah, pengguna narkotika bisa berkomunikasi dengan tim konseling yang siap memberikan motivasi dan edukasi soal narkotika, sehingga mereka mengetahui dampak negatif barang haram ini.

"Bagi pecandu, banyak yang tidak tahu dampak narkotika bisa 10-15 tahun lagi. Dengan aplikasi ini jadi tahu," ucapnya saat sosialiasi aplikasi Rehab Plus Apps di Menteng, Jakarta, Selasa (13/12).

Melalui aplikasi ini pula, pengguna narkotika bisa memberi tahu melalui admin tanpa merasa takut soal jatidirinya, sehingga diharapkan bisa menstimulus pengguna narkotika untuk sembuh.

Aplikasi ini mempunyai beberapa fitur yang bisa dimanfaatkan oleh pihak yang ingin mengetahui berbagai hal tentang narkotika dan bahayanya, pengetahuan umum dan jenis narkotika, alamat tempat rehabilitasi, dan fitur chatting langsung ke konselor, serta pecandu yang ingin meminta upaya rehabilitasi.

Anggota Komisi III DPR dari Fraksi Partai Nasional Demokrat (NasDem), Ahmad Sahroni, mengapresiasi penggunaan aplikasi sebagai terobosan untuk mencegah penyalahgunaan narkotika dan mendorong pengguna sembuh dari jeratan narkota. "Ini upaya yang bagus untuk membantu BNN. Ada terobosan," ujarnya.

Ia menegaskan, generasi muda Indonesia harus diselamatkan dari bahaya narkotika yang bisa menghancurkan bangsa. "Karena dalam sehari ada 40 sampai 50 orang di Indonesia meninggal karena narkoba. Banyak usia produktif terkena narkoba," tuturnya.


Reporter: Iwan Sutiawan
Editor: Tian Arief

Iwan Sutiawan
14-12-2016 02:33