Main Menu

Seruan Moral Akhir Tahun Pemuda Kristiani

Andya Dhyaksa
27-12-2016 08:36

Jakarta, GATRAnews - Sejumlah organisasi Pemuda Kristiani menyampaikan seruan moral menjelang akhir tahun 2016 untuk menanggap berbagai peristiwa yang mengancam toleransi dan kebhinnekaan.

 

Pemuda Kristiani ini terdiri dari Gerakan Angkatan Muda Kristiani Indonesia (GAMKI), Pengurus Pusat Pemuda Katolik, Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI), dan Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI).

 

"Berbagai penangkapan terduga teroris di beberapa tempat di Tanah Air, menunjukkan adanya ancaman nyata bagi kerukunan dan ketentraman masyarakat. Hal tersebut menjadi tanda bahwa sel-sel kelompok teroris masih terus berkembang biak," ujar Ketua Umum GAMKI Michael Wattimena melalui Ketua OKK DPP GAMKI, Dikson Siringoringo, saat konferensi pers di Grha Oikoumene, Jakarta, Sabtu (24/12).

 

Dikatakannya, menjaga keharmonisan hidup bermasyarakat dan beragama lintas iman merupakan salah satu kunci utama dalam mencegah berkembangnya paham-paham fundamentalis-radikal-ekstrim di tengah-tengah masyarakat Indonesia.
 
Menurut dia, hal-hal sekecil apapun yang berpotensi mengikis sikap saling menghormati antar sesama insan dan atau kelompok, berpeluang besar menjadi pintu masuk ancaman kekacauan yang diarahkan memecah belah Negara Kesatuan Republik Indonesia.

 

"Dalam konsep masyarakat majemuk, saling menghormati adalah sikap yang harus dijunjung tinggi oleh semua pihak, baik oleh para pemimpin agama maupun oleh seluruh umat pada setiap sikap dan perilakunya," ungkap Michael.

 

Sementara itu, Ketua Umum PP GMKI Sahat Sinurat menyampaikan pemuda Kristiani mengapresiasi para pemimpin agama dan pemimpin daerah baik bupati dan walikota yang dapat menghadirkan kesejukan dan kedamaian di tengah masyarakat.
 
Sahat juga meminta dan mendukung setiap penegakan tegas hukum positif yang dilakukan oleh Kepolisian Republik Indonesia terhadap siapa saja atau kelompok apa saja yang melakukan tindakan mengganggu keamanan, kerukunan, sweeping, dan tindakan-tindakan lain atas nama agama dan yang melanggar hukum positif dan mencederai kerukunan hidup.

 

"Kami menjamin bahwa umat Kristiani akan selalu menjaga keharmonisan bangsa dan kerukunan umat beragama. Jika ada isu-isu yang dimunculkan di media sosial ataupun lainnya kami pastikan itu adalah tindakan provokasi yang berusaha memecah belah kerukunan bangsa kita," ujar Sahat.
 
Akhirnya, mewakili organisasi Pemuda Kristiani, Ketua Umum PP Pemuda Katolik, Karolin Natasa menyampaikan ucapan "Selamat Natal 2016 bagi umat Kristiani di seluruh Indonesia dan Selamat Tahun Baru 2017 bagi seluruh rakyat Indonesia".

Penulis: Andya Dhyaksa
Andya Dhyaksa
27-12-2016 08:36