Main Menu

Kronologis Penangkapan Polisi Indonesia di Darfur

Rosyid
23-01-2017 20:26

Jakarta, GATRAnews - Humas Polri menjelaskan kronologi peristiwa yang menimpat Satgas Formed Polici Unit VIII yang hendak pulang ke Indonesia. 

Peristiwa berawal saat pasukan FPU VIII yang telah habis masa tugasnya di Darfur bersiap untuk pulang ke Indonesia. Pasukan tersebut akan digantikan oleh FPU IX.

"Hari itu mereka berkemas-kemas untuk meninggalkan Garuda Camp," kata Kepala Bagian Penerangan Umum (Kabagpenum) Polri Kombes Pol Martinus Sitompul, di Mabes Polri, Jakarta, Senin (23/1) kepada Antara.

Di camp, barang-barang milik FPU VIII dicek oleh otoritas  United Nations African Mission In Darfur (UNAMID). Selanjutnya barang-barang dimasukkan ke dalam dua buah kontainer. Sebanyak 40 orang anggota FPU menjaga kontainer tersebut hingga tiba di Bandara Al-Fashir.

"Empat puluh orang ini membantu menurunkan barang. Masuklah ke ruang X Ray pemeriksaan. Lolos semua," ujarnya.

[column_item col="3"]

Baca juga: TNI tegaskan tak terlibat penyelundupan senjata di Sudan

Baca juga: Polisi selidiki penyelundupan senjata di Darfur

Baca juga: Kasus penyelundupan senjata coreng nama Indonesia[/column_item] Tak jauh dari lokasi penyimpanan barang-barang tersebut, ada koper lain yang oleh polisi Sudan dicurigai merupakan barang milik pasukan indonesia.

"Polisi Sudan bertanya ini punya Indonesia bukan? Dijawab bukan. Ditanya lagi, dijawab bukan. Ya memang kopernya berbeda, tidak ada label pasukan Indonesia," katanya.

Kemudian koper tersebut dimasukkan ke pemeriksaan X-Ray dan terungkap bahwa koper tersebut berisi senjata dan akhirnya muncul tuduhan bahwa pasukan FPU VIII hendak menyelundupkan senjata.

"Menurut komandan Satgas FPU VIII itu (senjata) bukan milik mereka," tutur Martinus.

Atas terjadinya kasus ini, seluruh anggota pasukan FPU VIII yang berjumlah 139 orang tertahan kepulangannya.

"Mereka bukan ditangkap tapi tertahan untuk kepulangan mereka. Bukan ditangkap ya, mereka tinggal di transit camp di sana karena tempat mereka di Garuda Camp sudah diisi (pasukan) FPU IX," katanya.

Sebelumnya diberitakan bahwa pasukan polisi Indonesia yang tergabung dalam misi menjaga perdamaian di Darfur (UNAMID) ditangkap pada Jumat (20/1) waktu setempat di bandara Al Fashir, Sudan karena diduga mencoba menyelundupkan senjata dan amunisi. 

Informasi dari media setempat menyebutkan senjata dan amunisi yang diselundupkan meliputi 29 senapan Kalashnikov, empat senapan, enam senapan GM3 dan 61 berbagai jenis pistol, serta berbagai jenis amunisi dalam jumlah besar.


 

Editor: Rosyid

 

Rosyid
23-01-2017 20:26