Main Menu

Lebih dari Dua Juta Anak Indonesia Jadi Perokok Aktif

Fahrio Rizaldi A.
30-01-2017 23:20

Ilustrasi Rokok (Dok. GATRA/Abdul Malik MSN)

Jakarta, GATRAnews - Lembaga kesehatan internasional, Visal Stratego mendukung kebijakan pemerintah Indonesia untuk mencapai Sustainable Development Goals atau Tujuan Pembangunan Keberlanjutan 2030. Satu di antara target nasional adalah mengurangi resiko penyakit masyarakat Indonesia. Kementerian Kesehatan tengah melaksanakan sejumlah program kesehatan, antara lain gerakan anti-rokok.



Berdasarkan data dari The Tobacco Atlas, mengungkapkan lebih dsri 2.677.000 anak, dan 53.767.000 orang dewasa mengkonsumsi tembakau setiap hari di Indonesia. Angka itu memiliki persentase sebagai berikut, yaitu 57,1% pria, 3,6% wanita, 41% anak laki-laki, dan 3,5% anak perempuan. Proporsi ini dinilai lebih tinggi dari pada negara berpendapatan menengah lainnya.

Melihat kenyataan ini, World Economic Forum memperkirakan perekonomian Indonesia di tahun 2030 akan mengalami kerugian sebesar 4,5 triliun dolar Amerika Serikat (AS), jika beban penyakit tidak menular seperti penyakit jantung, dan kanker tidak dikurangi.

Seperti yang diketahui, konsumsi tembakau adalah faktor utama penyebab penyakit-penyakit tersebut. Cara paling efektif untuk menghindari kerugian ini, adalah meningkatkan pajak rokok sampai 75%, sehingga meningkatkan harga rokok, dan menurunkan daya beli masyarakat atas produk rokok. Upaya ini merupakan rekomendasi dari lembaga kesehatan dunia WHO.

Kerugian lain yang disebabkan rokok adalah, mengurangi populasi sumber daya manusia. Penelitian yang dilakukan selama ini menyebutkan rokok telah membunuh 217.400 orang Indonesia setiap tahun, pada 2010 lalu, rokok disebut sebagai penyebab dari 19,8% kematian laki-laki, dan perempuan dewasa.



Reporter: Rizaldi Abror
Editor: Edward Luhukay

Fahrio Rizaldi A.
30-01-2017 23:20