Main Menu

Mendes PDTT Dorong Wali Nagari Optimalkan Dana Desa 2017

didi
06-02-2017 13:55

Jakarta, GATRAnews - Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Mendes PDTT) Eko Putro Sandjojo meminta seluruh kepala desa agar mengarahkan penggunaan dana desa untuk empat program prioritas kementerian, guna mewujudkan desa mandiri di Indonesia. Hal tersebut disampaikan Mendes PDTT Eko Putro Sandjojo saat bertemu dengan kepala desa yang tersebar di Kabupaten Lima Puluh Kota, Sumatera Barat.

Pada pertemuan di Balai Pembibitan Ternak Unggulan Hijaun Pakan Ternak (BPTU HPT) Padang Mengatas, Lima Puluh Kota, Senin (6/2), Mendes menjelaskan, keempat program prioritas yang perlu didorong oleh kepala desa, masing-masing One Village One Product atau satu desa satu produk dengan memfokuskan suatu produk komoditi tertentu agar memiliki nilai tawar yang lebih tinggi. Kedua, pembentukan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) untuk menambah pendapatan asli daerah dan bisa menjadi modal pembentukan desa yang mandiri. Ketiga, pembangunan embung dan terakhir pembangunan sarana olahraga di setiap desa.

"Dana desa tahun ini meningkat sebesar Rp 20 trilyun, kita berharap, peningkatan sebesar itu bisa digunakan untuk mendorong ke empat program prioritas tersebut," ungkapnya, dalam keterangan tertulis, di Jakarta, Senin (6/2).

Lebih lanjut, Eko menyampaikan Kemendes PDTT telah dibantu oleh 19 Kementerian atau Lembaga yang ada di kabinet kerja untuk mengalokasikan sejumlah program yang ditujukan langsung ke desa-desa.

"Total anggaran yang dialokasikan dari 19 Kementerian tersebut sebesar Rp 560 trilyun. Jadi dana yang masuk ke desa-desa, bukan hanya dana desa sebesar Rp 60 trilyun saja. Tapi juga ada tambahan anggaran dari Alokasi Dana Desa (ADD) dari Kabupaten dan anggaran dari 19 kementerian," tambahnya.

Dengan besarnya anggaran desa yang ditujukan ke desa-desa di Indonesia, Eko berharap, penggunaan dana desa tidak disalahgunakan dan bisa dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya untuk kepentingan pembangunan desa dan mensejahterakan masyarakat.

"Yang paling penting masyarakat ikut dilibatkan untuk membantu mengawasi penggunaan dana desa. Apalagi, KPK dan Kepolisian serta kejaksaan juga turut terlibat mengawasi penggunaan dana desa. Mudah-mudahan desa kita lebih cepat maju dengan banyaknya program yang masuk ke desa-desa dan dukungan masyarakat," katanya.


Reporter: Didi Kurniawan
Editor: Tian Arief

didi
06-02-2017 13:55