Main Menu

Indonesia Akan Kurangi 70% Sampah Plastik

Tian Arief
24-02-2017 09:23


Nusa Dua, GATRAnews - Pemerintah Indonesia menargetkan pengurangan sampah plastik hingga 70%, dari sekitar 9 juta ton total sampah yang susah terurai itu selama setahun, sebagai bentuk kontribusi menjaga kelestarian lingkungan. "Di dalam medium plan kami kurangi 70% sampah plastik," kata Siti Nurbaya, Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, saat kampanye memerangi sampah plastik di laut, di Pantai Samuh, Nusa Dua, Kabupaten Badung, Bali, sebagai rangkaian "World Ocean Summit", Kamis (23/2).

Menurut Siti, selama setahun diperkirakan jumlah total sampah mencapai sekitar 65 juta ton sampah di Indonesia, dengan 14% atau sekitar sembilan juta ton di antaranya merupakan sampah plastik.

Pihaknya mendorong sinergi pemerintah daerah dan pusat untuk berkomitmen mewujudkan target tersebut mengingat bahaya pencemaran lingkungan yang ditimbulkan dari sampah plastik itu.

Siti mengungkapkan komunitas-komunitas tidak akan mampu bekerja optimal dalam memerangi sampah plastik apabila pemerintah daerah tidak bersungguh-sungguh mewujudkan komitmen itu begitu juga apabila pemerintah pusat tidak konsisten.

"Pemerintah daerah sulit kerja kalau pemerintah pusat tidak ada konsistensi, tidak ada pedoman-pedoman," ucapnya, seperti dikutip Antara.


Tarif penggunaan plastik

Sementara itu, terkait uji coba pengenaan tarif penggunaan plastik yang sempat diberlakukan di sejumlah pusat perbelanjaan dan toko modern, saat ini pihak terkait masih melakukan pembahasan terkait keberlanjutan uji coba itu.

Siti menjelaskan, dari segi jumlah plastik dapat dikurangi secara signifikan, namun aspirasi dari pedagang, industri dan ritel di Indonesia juga perlu didengar.

Ia juga mengungkapkan, dalam sejumlah diskusi yang dilakukan bersama pihak-pihak terkait, penggunaan plastik yang dapat terurai atau "degradeable plastic" menjadi alternatif yang dapat dipertimbangkan.

Para pelaku usaha, lanjut Siti, juga memerlukan waktu menyangkut pengemasan apabila pembatasan penggunaan plastik diimplementasikan namun di sisi lain mereka melihat masih adanya peluang lain dengan mengolah kembali sampah plastik.

Begitu pula jika penggunaan plastik dilarang total, Siti menyatakan, secara psikologi sosial masyarakat, terutama di pasar-pasar tradisional, kantong plastik masih digunakan.

"Jadi pemerintah harus menjadi simpul menegosiasikan pemikiran dan kami masih saat ini duduk bersama (diskusi)," katanya.


Editor: Tian Arief

Tian Arief
24-02-2017 09:23