Main Menu

Elia Massa Manik Menjadi Direktur Utama Pertamina?

Averos Lubis
25-03-2017 10:13

Jakarta, GATRAnews-Presiden Joko Widodo konon sudah menetapkan pengganti Direktur Utama (Dirut) Pertamina baru yang menggantikan posisi Dwi Soetjipto yang diberhentikan pada Januari lalu. Siapa dia Dirut Pertamina baru itu?

 

Pengamat Ekonomi Energi UGM, Fahmy Radhi mengatakan Elia Massa Manik yang mengisi posisi Dwi Soetjipto. Adapun menurutnya adanya indikasi kuat bahwa pencopotan Dwi Soetjipto merupakan hasil rekayasa dari sebuah konspirasi. "Ada sebuah kelompok yang memilki kepentingan tertentu,” ujarnya, Rabu (15/3).

Dia melanjutkan bahwa rekayasa penggulingan Dirut Pertamina diawali dengan membentuk struktur baru Wakil Direktur Pertamina, yang menunjuk Akhmad Bambang menduduki jabatan sebagai Wakil Dirut Pertamina.

Menurutnya tidak bisa dihindari pembentukan Wakil Dirut itu memunculkan Matahari Kembar. “Yang memicu pertentangan antara Dirut dan Wakil Dirut. Pertentangan itu lah yang dijadikan justifikasi untuk mencopot keduanya, sekaligus menghapus jabatan Wakil Dirut karena sudah tidak dibutuhkan lagi,” ucapnya.

Kendati kedua Matahari sudah dicopot, dia menjelaskan, pencopotan itu tampaknya belum menyelesaikan permasalahan kepemimpinan di Pertamina. Adapun salah satu permasalahan itu adalah terbentuknya perkubuan di antara kubu Soetjipto dan kubu Bambang, yang mengarah pada upaya saling menjatuhkan. Maka tidak segera dipilihnya Dirut Pertamina yang baru berpotensi semakin meruncingkan pertentangan di antara kedua kubu di tubuh Pertamina.

Maklum bila Elia Massa Manik ketika diangkat sebagai Dirut Pertamina yang baru diharapkan dapat segera mengakhiri permasalahan perkubuan di tubuh Pertamina. Menurutnya, Elia seperti Dwi Soetjipto yang berasal dari eksternal Pertamina yang bukan bagian dari permasalahan perkubuan.

Alhasil lebih memudahkan bagi Elia untuk menyatukan kembali kedua kubu yang berseteru di Pertamina. “Di banding calon lain yang disodorkan ke Presiden Joko Widodo, Elia yang paling memenuhi kriteria professional di bidangnya, integritas, dan idependen,” tuturnya.

Fahmy mengatakan bila Presiden Joko Widodo menunjuk Elia Massa Manik adalah langkah yang sangat tepat. Itu menurutnya lantaran Elia memenuhi tiga kriteria, professional di bidangnya, integritas dan independen.

Adapun pengalaman sebagai pimpinan holding BUMN Perkebunan juga akan memberikan benefit bagi Pertamina yang saat ini sedang dipersiapkan menjadi induk holding BUMN Migas. “Elia yang bukan bagian masalah perkubuan, akan lebih mudah untuk mengakhiri sengkarut kepemimpinan di tubuh Pertamina,” ujarnya.

 

Reporter : Averos Lubis
Editor : Mukhlison

Averos Lubis
25-03-2017 10:13