Main Menu

Perjalanan Karir Elia Massa Manik

Averos Lubis
25-03-2017 10:09

Jakarta,GATRAnews- Pengamat Ekonomi Energi UGM, Fahmy Radhi mengatakan Elia mengawali karir sebagai manajerial pada PT Indofood Sukses Makmur. Dia pun berlanjut menjadi Chief Executive Officer PT Kertas Basuki Rachmat Indonesia, lalu diangkat menjadi Presiden Direktur di PT Elnusa perusahaan yang berafiliasi dengan Pertamina. “Elnusa merupakan perusahaan nasional yang bergerak di bidang jasa minyak dan gas bumi antara lain : Jasa Seismic, Pengeboran dan Pengelolaan Lapangan Minyak,” tuturnya Rabu (15/3).

 

Karir Elia, dia melanjutkan, mulai membubung tinggi ketika menjadi Direktur Utama PT Elnusa Tbk, yang dijabat pada 2011-2014. Dia berhasil menyelamatkan Elnusa, dari posisi merugi sekitar Rp 42,775 milyar pada 2011 hingga mencapai profit sebesar Rp 123,6 milyar pada 2012.

Laba tersebut terus meningkat hingga mencapai Rp 178,2 milyar pada semester pertama 2014. Maklum bila pemerintah melihat kinerja cemerlangnya, berujung diangkat sebagai Presiden Direktur induk holding BUMN Perkebunan.

Menurutnya berdasarkan perjalanan kariernya yang cemerlang, tidak diragukan lagi bahwa Elia memenuhi kriteria professional, termasuk professional di bidang Migas. Pengalaman sebagai pimpinan puncak holding BUMN Perkebunan akan sangat bermanfaat bagi Pertamina. “Pada saat Pertamina ditetapkan sebagai Holding Migas,” tuturnya.

Bahkan selama perjalanan karir sebagai manajerial professional, Elia tidak pernah sekalipun melakukan perbuatan tercela, yang melanggar hukum. Elia juga tidak pernah dipanggil oleh Bareskrim, Kejaksaan Agung dan KPK atas indikasi pelanggaran tindak pidana korupsi, baik sebagai saksi maupun sebagai terdakwa. “Dengan indikator itu Elia memenuhi kriteria integritas, yang menjadi syarat bagi Dirut Pertamina,” ucapnya.

Fahmy menjelaskan selama menjabat Dirut Elnusa dan holding BUMN Perkebunan, Elia memang harus berhubungan dengan Menteri BUMN, termasuk berhubungan dengan Rini Soemarno. Namun, hubungan itu merupakan hubungan professional antara eksekutif BUMN dengan Menteri BUMN.

Hubungan profesional itu berbeda dengan hubungan antara Menteri BUMN, baik dengan deputi, maupun staf khusus Menteri BUMN. “Elia termasuk memenuhi kriteria independen, sehingga pada saat menjabat Dirut Pertamina mestinya tidak dapat dikendalikan baik oleh Menteri BUMN, maupun oleh kelompok kepentingan, termasuk Mafia Migas,” ujarnya.


Repoter : Averos Lubis
Editor : Mukhlison

 

 

Averos Lubis
25-03-2017 10:09