Main Menu

Kejati Jabar Diminta Usut Pengadaan Meubelair Sekda Kota Bandung

Abdul Rozak
16-03-2017 18:35

Jakarta, GATRAnews - Center for Budget Analysis mencium adanya kejanggalan pengadaan meubelair ruang kerja Sekretariat Daerah (Setda) Kota Bandung senilai Rp 1,3 milyar tahun anggaran 2016. Kejaksaan Tinggi Negeri (Kejati) Jawa Barat diminta turun tangan, karena pengadaan itu berpotensi menimbulkan kerugian negara.


Bagian Umum dan Perlengkapan Setda melakukan lelang pengadaan meubelair ruang Sekda dengan harga prakiraan sementara (HPS) Rp 1,4 milyar. Pemenang lelang CV Duta Arsada, yang beralamat di Jalan Raya Soreang, Kabupaten Bandung dengan harga penawaran sebesar Rp 1,35 milyar.


"Kejati Jabar panggil perusahaan pemenang lelang atau Sekda dan Walikota Bandung untuk diperiksa alias diminta keterangan," kata Direktur Eksekutif Center for Budget Analysis Uchok Sky Khadafi kepada wartawan, Kamis (16/3).


Uchok menambahkan harga penawaran dari perusahaan pemenang lelang terlalu mahal dibanding perusahaan lain sehingga berpotensi merugikan keuangan negara sebesar Rp 140 juta. Penawarannya rendah dan murah tetapi dikalahkan begitu Saja.

 

Baca Juga: Pemkot Bandung Bantah Pengadaan Mebeulair Merugikan Keuangan Negara


Menurut Uchok pengadaan meubelair ruang setda ini merupakan pemborosan anggaran dan fantastis. Selain itu, DPRD Kota Bandung dianggap lalai dalam menjalankan fungsi budgeting dan pengawasan.


Uchok menduga ada barter anggaran. Karena DPRD melalui Sekretariat DPRD Kota Bandung pada tahun yang sama juga, DPRD Kota Bandung membeli mebeulair seharga Rp 585.6 juta.


"Hal ini juga merupakan pemborosan anggaran yang tidak perlu dimaafkan," tukas Uchok.


Reporter: Abdul Rozak
Editor: Arief Prasetyo

Abdul Rozak
16-03-2017 18:35